Kemendikdasmen dan BGN Bahas Perbaikan Program Makan Bergizi
Gambar atau konten salah?
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengungkapkan bahwa pihaknya telah berdiskusi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kepala BGN, Nanik S Deyang, datang langsung ke kantor Kemendikdasmen pada Rabu, 1 Juli 2026 lalu.
Dalam pertemuan itu, kedua pihak saling bertukar data. Mereka membahas bagaimana pelaksanaan MBG berjalan dan apa saja yang perlu diperbaiki. Tujuannya jelas: agar program ini tepat sasaran dan benar-benar bermanfaat bagi semua murid. Abdul Mu'ti menjelaskan bahwa diskusi dengan BGN dilakukan karena siswa sekolah adalah kelompok yang paling banyak menerima manfaat dari program MBG.
Ada beberapa masukan yang dibahas. Pertama, soal perbaikan penyaluran MBG. Bagaimana caranya agar distribusi lebih efektif dan tepat sasaran. Mulai dari penyaluran melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) hingga kemungkinan memanfaatkan kantin sekolah yang sudah ada.
Kedua, soal siapa saja yang berhak menerima MBG. Apakah semua murid harus mendapatkannya? Atau mungkin hanya siswa yang benar-benar membutuhkan? Pertanyaan ini menjadi salah satu topik diskusi yang hangat.
"Yang kedua, apakah memang harus semua murid menerima? Apakah dimungkinkan misalnya hanya murid yang betul-betul membutuhkan yang menerima," kata Abdul Mu'ti setelah menghadiri tausiah Muharam 1448 H di Masjid Baitut Tholibin Kemendikdasmen Senayan, Jakarta, pada Senin, 6 Juli 2026.
Selain itu, penyaluran MBG di wilayah 3T (terdepan, terpencil, dan tertinggal) juga dibahas. Wilayah-wilayah ini secara geografis punya tantangan tersendiri. Distribusi makanan bergizi di sana tidak semudah di perkotaan.
Meski diskusi sudah berlangsung, belum ada keputusan yang diambil. Semua masih dalam tahap pembicaraan. Keputusan akhir tetap ada di tangan Presiden bersama Kepala BGN.
"Jadi semuanya belum ada keputusan, masih berupa diskusi dan akhirnya nanti tentu saja Pak Presiden bersama BGN yang memutuskan," ujar Abdul Mu'ti.
Program Makan Bergizi Gratis memang menyasar jutaan siswa di seluruh Indonesia. Dengan jumlah penerima yang sangat besar, pemerintah ingin memastikan program ini berjalan efisien. Tidak ada makanan yang terbuang, dan yang paling penting, bantuan benar-benar sampai ke anak-anak yang membutuhkan. Diskusi antara Kemendikdasmen dan BGN adalah langkah awal untuk menyempurnakan program ini sebelum keputusan final diambil.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
