Kemendikdasmen Luncurkan Program Bedah Buku Bermutu Rutin
Gambar atau konten salah?
25 Mei 2026 – Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Suharti, mengumumkan rencana pelaksanaan program Bedah Buku Bermutu secara rutin. Program ini dimulai dengan bedah buku 2045 Hz Frekuensi Masa Depan Indonesia karya Fahd Pahdepie.
“Program Bedah Buku Bermutu rencananya akan kita lakukan secara reguler. Kita akan pilih buku‑buku bermutu yang bisa membuat kita lebih tajam lagi untuk tahu apa isi dunia dan apa isi dari pikiran‑pikir para penulis buku untuk kita diskusikan,” tuturnya dalam acara Bedah Buku Bermutu di Perpustakaan Kemendikdasmen Senayan, Jakarta Pusat.
Inisiatif ini merupakan upaya Kemendikdasmen untuk memastikan budaya membaca di kalangan murid semakin kuat. Suharti menilai bahwa negara maju pasti memiliki tingkat literasi yang tinggi. Program ini juga bertujuan mengubah persepsi bahwa perpustakaan hanyalah tempat menyimpan buku; di masa depan, perpustakaan diharapkan menjadi pusat literasi.
“Kita hadirkan bedah buku bermutu di perpustakaan Kemendikdasmen untuk menegaskan sekali lagi peran perpustakaan sebagai pusat literasi,” tambahnya.
Dalam konteks visi Indonesia 2045, Suharti menyoroti buku karya Fahd Pahdepie. Ia menilai bahwa tahun 2045 akan dipenuhi tenaga kerja unggul yang masih bersekolah PAUD atau SD. Oleh karena itu, mereka harus dipersiapkan sebaik mungkin melalui pendidikan yang unggul.
“Yang menjadi pertanyaan yang relevan bagi kita semua sekarang adalah apa yang perlu kita siapkan hari ini untuk memastikan mimpi kita memiliki SDM unggul di tahun 2045?” tanya Suharti.
Fahd Pahdepie menjawab pertanyaan tersebut melalui bukunya. Suharti menyoroti bahwa Fahd mengajak pembaca untuk berpikir serius dalam menghadapi masa depan Indonesia.
“Buku yang disiapkan oleh Kang Fahd mengajak kita berpikir serius tentang pertanyaan tadi apa yang akan, apa yang perlu kita siapkan,” paparnya.
Di kesempatan yang sama, Fahd menekankan pentingnya frekuensi yang sama bagi masyarakat untuk membangun Indonesia Emas 2045. Ia menyatakan bahwa setelah frekuensi sama, masyarakat harus menciptakan gerakan bersama agar Indonesia bisa maju.
“Kalau kita bergetar, merasa terlibat di dalam frekuensi yang sama, maka kita bisa resonin. Kita gak perlu ngobrol lagi, kita udah sama-sama tau. Pokoknya kita mau yang terbaik buat bangsa ini,” ungkap Fahd.
Fahd kembali menegaskan bahwa menciptakan Indonesia maju bukan hanya tugas negara atau individu. Ia menilai bahwa tugas tersebut merupakan tugas kolektif seluruh masyarakat sebagai bangsa.
“Tugasnya bukan tugas individu, bukan juga hanya tugas negara, tapi tugas kolektif sebagai bangsa,” tegasnya.
Sinopsis buku 2045 Hz Frekuensi Masa Depan Indonesia menggambarkan manifesto ajakan untuk menyetel diri dan bangsa pada frekuensi terbaik menuju Indonesia 2045 yang penuh harapan. Buku ini menampilkan bahan refleksi bersama, khususnya bagi generasi muda. Fahd menyatukan filsafat, spiritualitas, dan studi kasus dari praktik dan metode yang sudah dilakukan, baik di dalam maupun luar Indonesia. Ia percaya bahwa bangsa Indonesia memiliki satu hal yang lebih mendalam, mengakar, dan menjadi nyawa bersama melintasi zaman. Ia ingin mengembalikan kekuatan “Resonansi Kebangsaan” yang kokoh dan menjadi pegangan generasi muda Indonesia.
Program Bedah Buku Bermutu ini diharapkan dapat memperkuat literasi, memupuk rasa ingin tahu, dan menumbuhkan semangat kolaboratif di kalangan pelajar. Dengan mengajak pembaca untuk berpikir kritis dan berfokus pada frekuensi bersama, inisiatif ini menyiapkan generasi muda untuk menghadapi tantangan masa depan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
