Kemendikdasmen Luncurkan Sertifikasi Bahasa Asing SMK
Gambar atau konten salah?
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) akan segera meluncurkan program Sertifikasi Bahasa Asing khusus siswa SMK. Program ini dirancang agar siswa SMK dapat melanjutkan studi atau berkarier di luar negeri.
Menurut AbdulMu'ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, siswa SMK memiliki potensi besar dalam membangun ekonomi Indonesia, termasuk di tingkat global. "Kami ingin lulusan SMK Indonesia memiliki kompetensi global dan mampu bersaing di dunia internasional. Mereka harus siap bekerja, berkarya, dan menunjukkan kualitas anak bangsa di manapun berada," ujarnya dalam rilis Kemendikdasmen, Kamis (21 Mei 2026), ditulis Jumat (22 Mei 2026).
Program Sertifikasi Bahasa Asing dijalankan melalui dua skema. Skema pertama adalah Sertifikasi Bahasa Asing Non-Bahasa Inggris yang mencakup Bahasa Arab, Mandarin, Jepang, Korea, Jerman, dan Prancis. Skema ini telah dibuka dan menjangkau lebih dari 120 SMK dengan sasaran 13 ribu siswa. Skema kedua adalah Sertifikasi Bahasa Inggris melalui TOEIC. Pemerintah menargetkan sekitar 170 ribu murid dari lebih dari 800 SMK.
Untuk mendukung pelaksanaan program, Kemendikdasmen menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Bantuan Pemerintah Program Sertifikasi Bahasa Asing Murid SMK Tahun 2026 Tahap 2.
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Tatang Muttaqin menegaskan bahwa dunia kerja saat ini tidak lagi hanya melihat ijazah, namun juga kemampuan berkomunikasi dan adaptasi di lingkungan global. "Bahasa menjadi jembatan masa depan. Karena itu lulusan SMK harus percaya diri untuk bersaing, tidak hanya di tingkat lokal tetapi juga internasional," ujarnya.
Pemerintah ingin memastikan lulusan SMK benar-benar siap menghadapi tantangan dunia kerja modern. Tidak hanya dengan keterampilan teknis, namun juga memiliki kemampuan bahasa asing dan soft skill yang kuat. Tatang menambahkan sertifikasi bahasa asing adalah sebagai 'paspor global' agar siswa SMK memiliki peluang lebih besar untuk bekerja, magang, maupun melanjutkan studi ke luar negeri.
Program ini menandai langkah konkret pemerintah dalam memperkuat daya saing tenaga kerja Indonesia di kancah global, sekaligus membuka akses pendidikan tinggi dan karier internasional bagi generasi muda SMK.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
