Kemendikdasmen Revitalisasi 124 Sekolah di NTB Rp 527,5 Miliar

Wulan M. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 106 dibaca
Bisik.id
Kemendikdasmen Revitalisasi 124 Sekolah di NTB Rp 527,5 Miliar

Gambar atau konten salah?

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meluncurkan program revitalisasi bagi 124 sekolah di Nusa Tenggara Barat (NTB). Program ini terbagi menjadi 87 sekolah di Kabupaten Lombok dan 37 sekolah di Kabupaten Sumbawa.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan bahwa revitalisasi ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas layanan dan mutu pendidikan nasional. Ia berkata, “Revitalisasi dan digitalisasi itu bukanlah tujuan akhir, tetapi merupakan bagian dari usaha kita bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Dengan kualitas layanan pendidikan itu kita harapkan dapat ditingkatkan mutu pendidikan dalam rangka membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, cerdas, terampil, mandiri, berakhlak mulia, dan memiliki komitmen terhadap masa depan dan kemajuan bangsa dan negara.

Menurut data yang dipublikasikan pada 19 Mei 2026, NTB telah menerima dana bantuan revitalisasi sebesar Rp 527,5 miliar. Dana tersebut disalurkan ke 531 sekolah selama tahun 2025. Rincian penerima bantuan mencakup 69 PAUD, 227 SD, 107 SMP, 60 SMA, 37 SMK, 20 SLB, dan 11 PKBM/SKB.

Di Lombok Timur, alokasi dana mencapai Rp 105,9 miliar untuk 87 sekolah. Sementara Sumbawa menerima Rp 28,1 miliar yang dibagikan kepada 37 sekolah.

Selain program revitalisasi, NTB juga menerima 7.080 Interactive Flat Panel (IFP) atau smartboard. Anggaran total untuk perangkat ini adalah Rp 236,1 miliar. Lombok Timur mendapatkan 1.739 IFP dengan dana Rp 47,1 miliar, sedangkan Sumbawa menerima 730 IFP dengan dana Rp 24,3 miliar.

Mu'ti menambahkan, “Ini merupakan wujud misi yang lurus bahwa setiap anak berhak belajar dengan teknologi modern. Visi Kemendikdasmen adalah memberikan layanan pendidikan yang bermutu untuk semua dengan partisipasi semesta. Kami berharap sarana prasarana yang sudah diterima dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, termasuk perangkat digitalisasi pembelajaran yang telah diberikan.

Di tingkat sekolah, kepala SMK Negeri 1 Sikur, Hasbi Ahmad, mengungkapkan bahwa dengan bantuan ini, sekolahnya tidak lagi perlu melakukan double shift. Ia menyatakan, “Anak-anak sangat senang karena bangunannya sesuai standar, pencahayaan ruang kelas bagus, dan ruangannya nyaman. Motivasi mereka untuk datang ke sekolah juga semakin tinggi.

Begitu juga di SLMB 3 Lombok Timur. Kepala sekolah, Azri Sofyan, menjelaskan bahwa sekolah kini memiliki dua ruang kelas, dua ruang keterampilan, dan satu paket toilet. Ia menuturkan, “Sebelum mendapatkan revitalisasi, kami sangat kekurangan ruangan. Anak-anak banyak belajar dalam satu ruangan dengan tiga rombongan belajar sehingga kegiatan pembelajaran kurang optimal.

Program ini menandai langkah konkret pemerintah dalam memperbaiki infrastruktur pendidikan di daerah terpencil. Dengan dana yang besar dan peralatan modern, diharapkan kualitas belajar di NTB dapat meningkat secara signifikan, memberikan dampak positif bagi generasi muda di wilayah tersebut.

Revitalisasi SekolahNusa Tenggara BaratDana 527,5 miliarInteractive Flat PanelKemendikdasmenKualitas PendidikanLombok Timur

Komentar

Memuat komentar...