Kemenhaj Larang Live Streaming di Masjid Nabawi dan Foto
Gambar atau konten salah?
Masjid Nabawi di Madinah menjadi tempat suci bagi jutaan jemaah haji setiap tahunnya. Meski tidak semua umat Islam dapat menunaikan ibadah haji, masih banyak yang menantikan kesempatan tersebut. Untuk menjaga ketertiban dan kekhusyukan di tanah suci, Kemenhaj mengeluarkan serangkaian larangan dan saran bagi jemaah haji Indonesia.
Maria Assegaff, juru bicara Kemenhaj, menegaskan pentingnya disiplin di Masjid Nabawi. Ia menyampaikan pesan melalui konferensi pers yang disiarkan di kanal YouTube kementerian. Dalam pidatonya, Maria menekankan agar jemaah tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu ketenangan ibadah.
“Demi menjaga ketertiban dan kekhusyukan, jemaah diimbau untuk tidak melakukan live streaming dan tidak membawa alat fotografi profesional,” ujar Maria. Ia juga menambahkan bahwa jemaah dilarang membawa atribut kelompok dan tidak menggunakan perangkat suara. Larangan ini bertujuan agar suasana tetap tenang dan tidak terganggu oleh suara atau cahaya yang berlebihan.
Selain larangan tersebut, Maria merinci beberapa hal lain yang harus dihindari jemaah. Berikut daftar lengkap larangan di Masjid Nabawi bagi jemaah haji:
- Dilarang melakukan siaran langsung (live streaming)
- Dilarang membawa alat fotografi profesional
- Tidak menggunakan perangkat suara
- Dilarang berkerumun dan gaduh
- Tidak membawa atribut kelompok
- Tidak merokok
- Tidak mengambil barang temuan tanpa melapor
- Jangan membuang sampah sembarangan
- Tidak membawa barang berukuran besar yang tidak diperlukan
Larangan ini tidak hanya berlaku di Masjid Nabawi, tetapi juga di area sekitarnya. Kemenhaj berharap jemaah dapat mematuhi aturan agar tidak menimbulkan masalah dengan pihak keamanan dan tetap menghormati sesama jemaah.
Selain aturan, Maria juga memberikan tips praktis agar jemaah tidak tersesat di Masjid Nabawi. Area masjid yang luas dan padat jemaah memang menantang, terutama bagi lansia. Untuk mengurangi risiko tersesat, Maria menekankan beberapa langkah sederhana:
- Ingat pintu masuk dan jalur utama
- Hafalkan nama dan nomor hotel tempat menginap
- Selalu bawa kartu identitas dan kartu Nusuk
- Jangan bepergian sendirian tanpa rombongan atau petugas haji
- Berjalan berkelompok sesuai petunjuk petugas
Maria menambahkan bahwa jemaah haji Indonesia harus menjaga kondisi kesehatan dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Ia juga mengingatkan pentingnya semangat “Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan” yang menjadi fokus pemerintah tahun ini. “Semoga Allah SWT memberikan kemudahan dan menjadikan seluruh jemaah haji Indonesia memperoleh haji yang mabrur,” pungkasnya.
Berikut ini jadwal perjalanan haji 1447 H/2026 M yang telah disusun oleh Kemenhaj. Jadwal ini mencakup setiap tahap penting, mulai dari kedatangan di Madinah hingga kembali ke Indonesia. Setiap tanggal ditulis dalam format DD MMMM YYYY, diikuti dengan tanggal Hijri di dalam tanda kurung.
- 21 April 2026 (4 Zulkaidah 1447 H): Jemaah haji masuk asrama haji
- 22 April 2026 (5 Zulkaidah 1447 H): Awal pemberangkatan jemaah haji gelombang I dari Tanah Air ke Madinah
- 1 Mei 2026 (14 Zulkaidah 1447 H): Awal pemberangkatan jemaah haji gelombang I dari Madinah ke Makkah
- 6 Mei 2026 (19 Zulkaidah 1447 H): Akhir pemberangkatan jemaah haji gelombang I dari Tanah Air ke Madinah
- 7 Mei 2026 (20 Zulkaidah 1447 H): Awal pemberangkatan jemaah haji gelombang II dari Tanah Air ke Jeddah
- 15 Mei 2026 (28 Zulkaidah 1447 H): Akhir pemberangkatan jemaah haji gelombang I dari Madinah ke Makkah
- 21 Mei 2026 (4 Zulhijah 1447 H): Akhir pemberangkatan jemaah haji gelombang II dari Tanah Air ke Jeddah
- 21 Mei 2026 (4 Zulhijah 1447 H): Closing date KAAIA Jeddah (pukul 24.00 WAS)
- 25 Mei 2026 (8 Zulhijah 1447 H): Pemberangkatan jemaah haji dari Makkah ke Arafah
- 26 Mei 2026 (9 Zulhijah 1447 H): Wukuf di Arafah
- 27 Mei 2026 (10 Zulhijah 1447 H): Idul Adha 1447 H
- 28 Mei 2026 (11 Zulhijah 1447 H): Hari Tasyrik I
- 29 Mei 2026 (12 Zulhijah 1447 H): Hari Tasyrik II (Nafar Awal)
- 30 Mei 2026 (13 Zulhijah 1447 H): Hari Tasyrik III (Nafar Tsani)
- 1 Juni 2026 (15 Zulhijah 1447 H): Awal pemulangan jemaah haji gelombang I dari Makkah melalui Bandara Jeddah ke Tanah Air
- 1 Juni 2026 (15 Zulhijah 1447 H): Awal kedatangan jemaah haji gelombang I di Tanah Air
- 7 Juni 2026 (21 Zulhijah 1447 H): Awal pemberangkatan jemaah haji gelombang II dari Makkah ke Madinah
- 15 Juni 2026 (29 Zulhijah 1447 H): Akhir pemulangan jemaah haji gelombang I dari Jeddah ke Tanah Air
- 16 Juni 2026 (1 Muharam 1448 H): Tahun Baru Hijriah 1448 H
- 16 Juni 2026 (1 Muharam 1448 H): Awal pemulangan jemaah haji gelombang II dari Madinah ke Tanah Air
- 16 Juni 2026 (1 Muharam 1448 H): Awal kedatangan jemaah haji gelombang II di Tanah Air
- 21 Juni 2026 (6 Muharam 1448 H): Akhir pemberangkatan jemaah haji gelombang II dari Makkah ke Madinah
- 30 Juni 2026 (15 Muharam 1448 H): Akhir pemulangan jemaah haji gelombang II dari Madinah ke Tanah Air
- 1 Juli 2026 (16 Muharam 1448 H): Akhir kedatangan jemaah haji gelombang II di Tanah Air (irb/hil)
Jadwal ini memberi gambaran lengkap tentang kapan jemaah harus berada di setiap lokasi. Dengan mengikuti jadwal, jemaah dapat mengatur perjalanan dengan lebih teratur, menghindari kerumunan, dan mematuhi ketentuan yang ada.
Keberhasilan ibadah haji tidak hanya bergantung pada kesediaan fisik, tetapi juga pada kepatuhan terhadap aturan dan kesiapan mental. Kemenhaj menekankan bahwa menjaga ketertiban di Masjid Nabawi merupakan bagian penting dari pengalaman suci. Larangan live streaming, penggunaan alat fotografi profesional, dan perilaku berkerumun diharapkan dapat menciptakan suasana yang lebih damai bagi semua jemaah.
Di sisi lain, tips agar tidak tersesat menyoroti pentingnya persiapan mental dan fisik. Menyimpan kartu identitas, kartu Nusuk, dan nomor hotel serta tetap bersama rombongan dapat mengurangi risiko tersesat. Kemenhaj juga mengingatkan jemaah untuk selalu mengikuti petunjuk petugas di lapangan. Dengan demikian, perjalanan haji dapat berjalan lancar dan aman.
Secara keseluruhan, larangan dan saran yang diberikan Kemenhaj bertujuan menjaga ketertiban, keamanan, dan kekhusyukan di Masjid Nabawi. Jadwal perjalanan yang terstruktur membantu jemaah mengatur waktu dan tempat dengan tepat. Dengan mematuhi aturan dan mengikuti tips praktis, jemaah haji Indonesia dapat menikmati ibadah suci tanpa hambatan, sekaligus menghormati sesama jemaah dan lingkungan suci.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Mbappe Puncaki Top Skor, Messi dan Tiga Nama Masih Kejar
Harga Emas Antam Naik Rp 20.000 per Gram Hari Ini
King Kobra 2 Meter Gegerkan Wisata Lubuklinggau
37 Kebakaran Hutan dan Lahan Melanda Jateng
Telur Dihapus dari Menu Sekolah India
Ramalan Moo Deng Meleset, Prancis Tersingkir
ICW: Mark Up Rp 69 Juta per Unit Mobil Koperasi Desa
Spanyol Hajar Prancis 2-0, Lolos ke Final Piala Dunia 2026