Kemenkes Putar Dr Myta Aprilia Azmi Sakit, Meninggal

Ani R. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 80 dibaca
Bisik.id
Kemenkes Putar Dr Myta Aprilia Azmi Sakit, Meninggal

Gambar atau konten salah?

JakartaKementerian Kesehatan memutar sejumlah voice note (VN) milik dokter internship berinisial MAA, atau dr Myta Aprilia Azmi, dalam konferensi pers hasil investigasi di Kantor Kemenkes, Jakarta Selatan, Kamis (07 Mei 2024).

Voice note itu diperdengarkan langsung oleh Plt Inspektur Jenderal Kemenkes Rudi Supriatna Nata Saputra saat ia menjelaskan kronologi sakit hingga meninggalnya dokter internship tersebut akibat infeksi paru berat.

Rudi menjelaskan bahwa dr Myta mulai mengalami gejala sakit saat menjalani stase di IGD RSUD KH Daud Arief, Kuala Tungkal, Jambi, pada 26 Maret 2026. Meski mengalami demam, batuk, dan pilek, dr Myta disebut tetap menjalankan tugas jaga di IGD dan melakukan pengobatan mandiri.

Kondisi itu berlanjut hingga akhir Maret 2026. Setelah menjalani jaga malam, dr Myta bahkan sempat meminta dipasang infus di IGD. “Dokter MAA tidak melaporkan kondisinya kepada dokter pendamping,” beber Rudi, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (07 Mei 2024).

Kemenkes juga memutar voice note yang dikirim dr Myta kepada rekan sesama peserta internship. Dalam rekaman itu, dr Myta terdengar mengeluhkan kondisi tubuhnya yang semakin menurun akibat demam tinggi dan gangguan pernapasan.

Salah satu momen yang paling disorot adalah ketika ia mengaku tak kuat saat akan melakukan jaga. “Dan di tanggal 15 April pagi tepatnya ada informasi dokter MAA ini mengirimkan voice note kepada rekan ishipnya. Jadi meminta digantikan jadwal jaganya. Dengan terdengar napasnya itu sudah agak sesak ya. Boleh diperdengarkan silakan,” kata Rudi.

“Astri… Aku… Aku mau minta tolong… Ng… Mau minta tolong. Jadi, kalau dari jadwal kan Astri ini ya, apa, libur, ndak sih? Libur, ndak sih? Aku… Mau minta tolong gantiin jadwal aku, yang pagi ini. Kalau misal… Kamu… Bisa… Hari ini aja. Nanti yang malam biarlah Rena nanti yang gantiin… Kalau yang aku sih kayak… Enggak kuat, Astri…”

Walhasil, pergantian jaga tersebut disetujui. “Ya, selanjutnya berdasarkan informasi keterangan dari rekannya, dokter A ini bersedia menggantikan dokter MAA untuk jaga di IGD,” tutup Rudi.

Video yang pernah diputar oleh Kemenkes menampilkan kronologi kematian dokter internship akibat campak, namun tidak disertakan dalam laporan ini.

Kesimpulannya, investigasi menunjukkan bahwa dr Myta Aprilia Azmi tetap menempuh tugas meski sakit, tidak melaporkan kondisinya, dan akhirnya memerlukan penggantian jadwal jaga. Kejadian ini menyoroti pentingnya pelaporan kondisi kesehatan bagi tenaga medis, terutama saat menjalankan tugas di ruang gawat darurat.

Kemenkesdr Myta Aprilia Azmivoice noteIGD RSUD KH Daud Ariefinfeksi paruinvestigasijaga medis

Komentar

Memuat komentar...