Kemenkes Waspada Ebola, Tidak Ada Kasus di Indonesia

Dedi S. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 92 dibaca
Bisik.id
Kemenkes Waspada Ebola, Tidak Ada Kasus di Indonesia

Gambar atau konten salah?

Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada kasus Ebola di Indonesia. Pada 17 Mei 2026, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) baru saja menetapkan status darurat kesehatan masyarakat, Public Health Emergency of International Concern (PHEIC), terkait wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo dan Uganda.

Menurut Aji Muhawarman, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, penetapan status darurat ini menegaskan perlunya kewaspadaan global. “Kementerian Kesehatan terus memantau situasi global dan melakukan penguatan kewaspadaan lintas sektor. Kami memastikan seluruh pintu masuk negara, baik pelabuhan maupun bandara, meningkatkan pengawasan terhadap pelaku perjalanan, terutama yang berasal dari negara terdampak,” beber Aji dalam edaran, Rabu (20 Mei 2026).

Kemenkes akan menyiapkan penyiagaan tenaga kesehatan di lapangan dan meningkatkan skrining bagi pelaku perjalanan. Prosedur rujukan rumah sakit juga sudah disiapkan untuk setiap pelaku perjalanan internasional yang menunjukkan gejala yang mengarah pada Ebola. Semua laporan dari pintu masuk Indonesia akan dipantau lewat Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) serta Public Health Emergency Operation Center (PHEOC).

Meskipun pengawasan ditingkatkan, Aji mengimbau masyarakat agar tidak khawatir berlebihan. Ia juga meminta agar tidak mudah terpengaruh informasi tidak valid atau hoaks yang muncul di media sosial. “Ebola merupakan penyakit infeksi virus yang dapat menyebabkan kematian dengan tingkat fatalitas rata-rata mencapai 50 persen. Saat ini terdapat tiga jenis strain virus yang sering menyebabkan wabah, yaitu Ebola Virus Disease (EVD), Sudan Virus Disease (SVD), dan yang saat ini berkembang di Kongo yaitu Bundibugyo Virus Disease (BVD),” jelas Aji.

Langkah terbaik saat ini adalah tetap waspada dengan rajin mencuci tangan menggunakan air dan sabun, mengenakan masker jika merasa kurang sehat, serta menerapkan etika batuk dan bersin yang benar. Hindari juga kontak langsung dengan orang atau hewan yang sakit,” lanjut Aji.

Dengan semua langkah tersebut, Kemenkes tetap memantau situasi dan memastikan bahwa Indonesia siap merespon bila terjadi kasus baru. Masyarakat diingatkan untuk tetap tenang, mengikuti petunjuk resmi, dan tidak menyesatkan diri dengan informasi palsu. Kemenkes berjanji akan terus memperkuat sistem kewaspadaan lintas sektor dan menjaga kesehatan publik.

EbolaPHEICKemenkesKewaspadaanWHOSistem Kewaspadaan DiniPHEOC

Komentar

Memuat komentar...