Kemenkes Waspada: Siap Tangani Potensi Masuk Ebola Indonesia
Gambar atau konten salah?
Surabaya – Kasus virus ebola belum ditemukan di Indonesia. Meskipun begitu, Kemenkes tetap waspada, terutama pelaku perjalanan dari negara terdampak.
Aji Muhawarman, kepala Kabiro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, ungkap langkah pencegahan: penetapan status darurat sebagai kewaspadaan global. Ia menyebut alasan: penyebaran lintas wilayah, tingginya tingkat kematian, dan ketidakpastian luasnya wabah di Afrika Tengah.
Aji mengatakan Kemenkes terus memantau situasi global dan memperkuat kewaspadaan lintas sektor. Semua pintu masuk negara, pelabuhan dan bandara, ditingkatkan pengawasan terhadap pelaku perjalanan, khususnya yang berasal dari negara terdampak.
Di lapangan, Kemenkes akan menyiapkan tenaga kesehatan dan meningkatkan skrining bagi pelaku perjalanan. Prosedur rujukan rumah sakit sudah disiapkan untuk pasien internasional yang menunjukkan gejala ebola.
Semua laporan dari pintu masuk akan dipantau lewat Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) dan pusat operasi darurat kesehatan (PHEOC).
Sebelumnya, Wakil Menteri Kesehatan dr Benjamin Paulus Octavianus menyatakan Indonesia belum mendeteksi kasus ebola, namun antisipasi tetap dilakukan. Ia menekankan pentingnya surveillance atau pengintaian kasus, terutama di RD Kongo.
"Pokoknya prinsipnya kekuatan kita di surveillance-nya. Makanya surveillance itu betapa pentingnya," kata dr Benjamin kepada wartawan di FK Unair, 21 Mei 2026.
Dengan kesiapsiagaan tinggi, Kemenkes menyiapkan prosedur, memanfaatkan sistem early warning, dan meningkatkan skrining pelaku perjalanan untuk mengantisipasi potensi masuknya virus ebola ke Indonesia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
