Kemenkes Waspada: Siap Tangani Potensi Masuk Ebola Indonesia

Cahyo S. · 1 min baca · 1 bulan lalu · 89 dibaca
Bisik.id
Kemenkes Waspada: Siap Tangani Potensi Masuk Ebola Indonesia

Gambar atau konten salah?

Surabaya – Kasus virus ebola belum ditemukan di Indonesia. Meskipun begitu, Kemenkes tetap waspada, terutama pelaku perjalanan dari negara terdampak.

Aji Muhawarman, kepala Kabiro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, ungkap langkah pencegahan: penetapan status darurat sebagai kewaspadaan global. Ia menyebut alasan: penyebaran lintas wilayah, tingginya tingkat kematian, dan ketidakpastian luasnya wabah di Afrika Tengah.

Aji mengatakan Kemenkes terus memantau situasi global dan memperkuat kewaspadaan lintas sektor. Semua pintu masuk negara, pelabuhan dan bandara, ditingkatkan pengawasan terhadap pelaku perjalanan, khususnya yang berasal dari negara terdampak.

Di lapangan, Kemenkes akan menyiapkan tenaga kesehatan dan meningkatkan skrining bagi pelaku perjalanan. Prosedur rujukan rumah sakit sudah disiapkan untuk pasien internasional yang menunjukkan gejala ebola.

Semua laporan dari pintu masuk akan dipantau lewat Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) dan pusat operasi darurat kesehatan (PHEOC).

Sebelumnya, Wakil Menteri Kesehatan dr Benjamin Paulus Octavianus menyatakan Indonesia belum mendeteksi kasus ebola, namun antisipasi tetap dilakukan. Ia menekankan pentingnya surveillance atau pengintaian kasus, terutama di RD Kongo.

"Pokoknya prinsipnya kekuatan kita di surveillance-nya. Makanya surveillance itu betapa pentingnya," kata dr Benjamin kepada wartawan di FK Unair, 21 Mei 2026.

Dengan kesiapsiagaan tinggi, Kemenkes menyiapkan prosedur, memanfaatkan sistem early warning, dan meningkatkan skrining pelaku perjalanan untuk mengantisipasi potensi masuknya virus ebola ke Indonesia.

EbolaKemenkesPengawasanPantauanPintu masukSkriningKewaspadaanPHEOC

Komentar

Memuat komentar...