Kemenpora Tegaskan Komitmen Pembangunan Olahraga Nasional

Dani L. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 93 dibaca
Bisik.id
Kemenpora Tegaskan Komitmen Pembangunan Olahraga Nasional

Gambar atau konten salah?

Erick Thohir, Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, mengingatkan para pemangku kepentingan olahraga di Jakarta pada 10 Mei 2026. Ia berbicara di acara Rapat Anggota Komite Olimpiade Indonesia yang digelar di Hotel Fairmont, Jakarta.

Dalam sambutannya, Erick menegaskan komitmen Presiden Prabowo Subianto dan dirinya sendiri terhadap pembangunan olahraga nasional. “Saya pastikan jangan pernah pertanyakan atau ragukan bahwa komitmen Bapak Presiden Prabowo kepada pembangunan olahraga nasional. Karena Bapak Presiden adalah keluarga besar olahraga Indonesia. Jangan pernah pertanyakan juga komitmen saya untuk olahraga nasional, karena saya juga bagian dari olahraga nasional,” ujarnya.

Erick menjelaskan bahwa Kemenpora kini sedang menata ulang sistem olahraga. Ia menambahkan, “Jadi sekarang kita sudah punya payung hukum, seperti POPNAS, nanti akan jadi satu ke Kemendikdasmen, bapak-ibu bisa bersinergi, atau juga POMNAS yang nanti ada di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi,” katanya. Dengan begitu, semua pihak dapat bekerja sama secara lebih terkoordinasi.

Selain itu, Kemenpora telah menandatangani instruksi Presiden tentang beasiswa atlet dalam negeri. Erick menyebutkan, “Kita juga ada kesepakatan 3 menteri yakni Kemendagri, Kemenpora dan Kementerian UMKM yang diawasi oleh Kementerian PU sudah ada SKB 3 menteri dimana semua fasilitas cabang olahraga bisa dikerjasamakan dengan federasi atau cabor,” ia ungkap. Kesepakatan ini diharapkan memperkuat infrastruktur olahraga di seluruh wilayah.

Erick juga menyoroti keberhasilan Kemenpora dalam menyelenggarakan SouthEast Asia Ministerial Meeting on Youth and Sports (SEAMMYS) 2026. Pertemuan tersebut bertujuan menyatukan visi para menteri olahraga dan pemuda di Asia Tenggara melalui penandatanganan Deklarasi Bali. Dalam deklarasi tersebut, semua negara peserta setuju untuk mempromosikan olahraga lintas negara.

Di dalam Deklarasi Bali, Erick mengumumkan rencana Asean Marathon. Ia mengatakan, “Kita sepakat akan memiliki Asean Marathon di tahun 2027 dan 2028, mungkin 4 negara dulu Indonesia, Singapura, Malaysia dan Thailand,” ia menambahkan. Rencana ini diharapkan dapat menambah eksposur olahraga Indonesia di kawasan.

Perubahan kebijakan lainnya datang dari Permenpora Nomor 08 Tahun 2026. Erick menjelaskan bahwa peraturan ini mengurangi 191 aturan menjadi 4 aturan, dengan menurunkan jumlah pasal dari 1500 menjadi 600. Ia berharap perubahan ini menjadi fondasi awal untuk transformasi sistem olahraga nasional.

Erick menutup sambutannya dengan pesan tentang ekosistem olahraga. Ia berkata, “Kami dari Kemenpora adalah bagian keluarga besar olahraga, tetapi tentu kita tidak hanya bisa melihat diri kita sendiri. Ekosistem olahraga tidak hanya di Indonesia, kita harus menjadi ekosistem olahraga dunia,” ujarnya.

Dengan langkah-langkah tersebut, Kemenpora berupaya memperkuat struktur, kebijakan, dan kolaborasi lintas sektor guna mendukung perkembangan olahraga Indonesia di tingkat regional dan global.

Erick ThohirKemenporaPOPNASDeklarasi BaliAsean MarathonPermenpora 08/2026Ekosistem OlahragaSEAMMYS

Komentar

Memuat komentar...