Kemnaker: 67% Perusahaan Tidak Rekrut Karyawan, Fokus Vokasi

Rudi H. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 93 dibaca
Bisik.id
Kemnaker: 67% Perusahaan Tidak Rekrut Karyawan, Fokus Vokasi

Gambar atau konten salah?

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menanggapi laporan Apindo yang menyebut sekitar 67% perusahaan belum memiliki rencana merekrut karyawan baru di tengah ketidakpastian global. Laporan tersebut disampaikan Apindo dalam rapat bersama Komisi IX DPR RI.

Yassierli mengakui bahwa kondisi ekonomi global saat ini memang menantang dan turut memengaruhi dunia usaha. Ia menegaskan pemerintah tidak tinggal diam dan terus memantau situasi tersebut secara lintas kementerian, mulai dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian hingga Kementerian Perindustrian.

“Ya, artinya kita sadar bahwa kondisi dunia saat ini, tidak hanya Indonesia, memang penuh ketidakpastian. Tentu pemerintah harus menyikapi ini, dengan melihat bersama-sama, tidak hanya Kemnaker, ada Menko Perekonomian, tentunya Menteri Perindustrian,” katanya di Gedung Vokasi Kemnaker, Jakarta Selatan, 15 April 2026.

Salah satu langkah strategis yang ditekankan adalah memperkuat ketahanan pangan dan energi. Menurutnya, jika kedua sektor ini kokoh, Indonesia akan lebih siap menghadapi tekanan global.

“Jadi, segala sesuatu itu kita monitor, concern dari Apindo kita pahami, makanya kita punya beberapa program juga. Pemerintah dengan ketahanan pangan, ketahanan energi, itu menjadi salah satu strategi dalam menghadapi ketidakpastian global. Ketika ketahanan pangan, ketahanan energi itu terwujud, makanya kita lebih resilient,” jelas Yassierli.

Di bidang ketenagakerjaan, Yassierli menekankan bahwa fokus utama Kemnaker adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), salah satunya melalui program pelatihan vokasi. Program ini dirancang untuk menyesuaikan kebutuhan industri, termasuk peningkatan keterampilan digital.

Selain itu, pemerintah juga mengoptimalkan program magang sebagai upaya menjembatani kesenjangan antara kebutuhan industri dan kompetensi tenaga kerja.

“Inilah kita dengan program pelatihan vokasi nasional, kita melihat ada digital skills, dan juga jangan lupa bahwa kita punya program magang yang kita harapkan memang ini bisa sebagai bagian solusi untuk menyelesaikan permasalahan terkait dengan link and match. Tuntutan skill saat dia bekerja dan dengan Kebutuhan dari industri,” tuturnya.

Sebelumnya, hasil survei Apindo menunjukkan bahwa 67% perusahaan belum berencana membuka lowongan kerja baru. Ketua Bidang Ketenagakerjaan APINDO, Bob Azam, menilai kondisi ini perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah.

Bob berkata, “67% perusahaan itu tidak berniat untuk melakukan rekrutmen baru. Nah ini yang menurut kita juga salah satu hal yang perlu diperhatikan,” dalam Rapat Panja RUU Ketenagakerjaan dengan Komisi IX DPR RI, 14 Juni 2026.

Survei APINDO juga mengungkapkan bahwa sekitar 50% perusahaan tidak berencana melakukan ekspansi bisnis dalam lima tahun ke depan.

Dengan data tersebut, pemerintah menegaskan komitmen untuk memantau dan merespons dinamika pasar tenaga kerja, sekaligus mendukung program pelatihan dan magang guna menutup kesenjangan keterampilan yang ada.

Menteri KetenagakerjaanApindoketahanan panganpelatihan vokasidigital skillsprogram magangketidakpastian global

Komentar

Memuat komentar...