Kemnaker Buka Pendaftaran Sertifikasi Komp MagangHub Batch 2
Gambar atau konten salah?
Surabaya, Kemnaker membuka pendaftaran Sertifikasi Kompetensi bagi peserta MagangHub Perguruan Tinggi Batch 2. Pendaftaran berlangsung pada 08-19 Juni 2026. Program ini memberi kesempatan bagi peserta magang untuk memperoleh sertifikat kompetensi yang diakui secara nasional. Sertifikat tersebut dapat menjadi nilai tambah saat memasuki dunia kerja.
Program ini diselenggarakan oleh Binalavotas, Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas, bekerja sama dengan BNSP. Melalui kerja sama ini, peserta magang dapat memperoleh sertifikat kompetensi yang diakui secara nasional sebagai bukti kemampuan kerja yang telah dimiliki.
Menurut Darmawansyah, Direktur Jenderal Binalavotas, sertifikasi kompetensi merupakan instrumen penting untuk memastikan pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja peserta telah memenuhi standar yang dibutuhkan dunia kerja. Ia berkata, Melalui sertifikasi kompetensi, peserta memperoleh pengakuan resmi atas kemampuan yang telah mereka bangun selama mengikuti program MagangHub. Sertifikat kompetensi menjadi bukti bahwa kompetensi yang dimiliki telah memenuhi standar yang dibutuhkan dunia kerja,
pada Senin (08 Juni 2026). Ia menambahkan bahwa dunia usaha dan industri kini membutuhkan tenaga kerja yang tidak hanya memiliki ijazah, tetapi mampu menunjukkan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan lapangan kerja. Sertifikat kompetensi dapat menjadi nilai tambah yang meningkatkan kredibilitas dan daya saing peserta ketika melamar pekerjaan.
Program ini ditujukan bagi peserta MagangHub Perguruan Tinggi yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti proses sertifikasi kompetensi. Peserta yang ingin mengikuti sertifikasi diwajibkan melengkapi sejumlah dokumen, antara lain: foto diri, bukti pemenuhan persyaratan dasar, portofolio hasil magang, dan dokumen pendukung lainnya jika tersedia. Semua dokumen tersebut harus lengkap agar dapat diproses ke tahap selanjutnya.
Setelah melengkapi seluruh dokumen persyaratan, peserta dapat melakukan pendaftaran melalui sistem MagangHub. Dalam proses pendaftaran, peserta akan diminta memilih: lembaga sertifikasi profesi (LSP), skema sertifikasi yang sesuai, tempat uji kompetensi (TUK), dan jadwal asesmen yang tersedia. Seluruh data yang diajukan kemudian akan melalui tahap validasi sebelum peserta dinyatakan dapat mengikuti proses asesmen kompetensi.
Berikut jadwal lengkap sertifikasi kompetensi MagangHub Batch 2 Tahun 2026: pendaftaran sertifikasi kompetensi dibuka pada 08-19 Juni 2026. Setelah proses pendaftaran dan validasi selesai, asesmen kompetensi dijadwalkan berlangsung mulai 22 Juni 2026-22 Juli 2026. Peserta yang dinyatakan kompeten akan memperoleh sertifikat kompetensi yang diterbitkan oleh LSP sesuai dengan skema yang diikuti.
Setelah proses asesmen selesai dan peserta dinyatakan kompeten, sertifikat akan diterbitkan oleh LSP yang bersangkutan. Sertifikat tersebut dapat diunduh secara elektronik melalui sistem yang telah terintegrasi. Kemnaker menyebutkan bahwa sertifikat dapat diakses paling lambat 10 hari setelah keputusan sertifikasi ditetapkan.
Meski sama-sama menunjukkan kemampuan seseorang, sertifikat kompetensi dan ijazah memiliki fungsi yang berbeda. Ijazah menunjukkan bahwa seseorang telah menyelesaikan pendidikan pada jenjang tertentu. Sementara itu, sertifikat kompetensi menjadi bukti bahwa seseorang telah diuji dan dinyatakan memiliki kemampuan sesuai standar kerja pada bidang tertentu. Karena itu, banyak perusahaan kini menjadikan sertifikat kompetensi sebagai nilai tambah dalam proses rekrutmen tenaga kerja.
Program sertifikasi ini memberi peserta magang peluang konkret untuk memperkuat profil profesional mereka. Dengan sertifikat kompetensi yang diakui secara nasional, peserta dapat menonjol di antara pelamar lain yang hanya memiliki ijazah. Selain itu, proses pendaftaran dan asesmen yang terstruktur membantu peserta memahami standar kerja yang diharapkan industri. Program ini juga menegaskan pentingnya keterampilan praktis dalam dunia kerja modern, menyesuaikan kebutuhan industri dengan kompetensi yang dimiliki pelajar. Dengan demikian, sertifikasi kompetensi menjadi alat yang efektif untuk meningkatkan kesiapan kerja dan daya saing tenaga kerja muda di Indonesia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
