Kepala Sekolah Bela Siswi yang Fotonya Dikritik

Dewi M. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Kepala Sekolah Bela Siswi yang Fotonya Dikritik

Gambar atau konten salah?

Sebuah twibbon untuk Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dari SMK PGRI 5 Denpasar mendadak ramai dibicarakan di media sosial. Banyak warganet yang mengkritik foto sejumlah siswi baru. Mereka dinilai tidak mencerminkan etika berpakaian yang baik karena pakaian yang dikenakan dianggap terlalu terbuka.

Kepala SMK PGRI 5 Denpasar, Nuning Kurniawati, angkat bicara soal ini. Ia mengatakan pihak sekolah sudah melakukan penelusuran dan pemeriksaan internal. Hasilnya, beberapa siswi sudah diberi pembinaan dan diminta untuk mengganti foto mereka.

"Memang ada beberapa siswi itu yang (bertanya) 'kenapa emang ada ya aturannya?' Seperti itu, 'emang ada ini kalau seandainya saya nggak ganti seperti itu'. Jadi memang ini akan kami lakukan pemanggilan," kata Nuning saat ditemui di SMK PGRI 5 Denpasar pada Senin, 13 Juli 2026.

Nuning menjelaskan bahwa panitia MPLS sudah memberikan contoh cara membuat twibbon dan video perkenalan diri sebelum acara dimulai. Contoh itu termasuk cara berpakaian yang sopan, seperti memakai baju sekolah lama, kebaya, atau baju tertutup lainnya. Ia menegaskan pihak sekolah tidak pernah menyarankan siswa untuk berpakaian vulgar atau terbuka.

"Tadi pagi juga saya sudah menjelaskan di depan. Begitu juga Badan Pengelola Harian dari kami, SMK PGRI 5 Denpasar. Kalau seandainya memang nanti sore (belum diganti) kami akan evaluasi lagi. Kalau masih kan kami adakan pemanggilan, seperti itu," jelasnya.

Namun, Nuning mengaku belum bisa bertemu dengan semua siswi yang fotanya dikritik. Ia masih mencari tahu apakah salah satu siswi itu benar-benar bersekolah di SMK PGRI 5 Denpasar atau bukan. Kesulitan muncul karena ada ratusan siswa baru yang mengikuti MPLS. Identifikasi satu per satu tidak mudah.

"Jadi kan dia udah mengunci dia profilnya untuk di Instagram. Kan udah telusuri, dia punya second account juga, jadi second account-nya juga sudah dikunci," ungkapnya.

Meski begitu, pihak sekolah tetap memantau semua akun media sosial para siswa. Salah satu materi yang ditekankan dalam MPLS adalah cara bersikap sopan di dunia maya.

"Harapannya ya, semoga ini MPLS berjalan dengan baik, lancar, rapi, sesuai dengan apa yang kita inginkan," tandasnya.

Peristiwa ini menunjukkan bagaimana media sosial bisa menjadi sorotan publik dengan cepat. Sekolah pun harus bergerak cepat menanggapi kritik dan memastikan siswa memahami aturan berpakaian, baik di dunia nyata maupun di dunia digital. Proses pembinaan menjadi langkah yang diambil, bukan sekadar hukuman.

twibbon MPLSkritik pakaianpembinaan siswaaturan berpakaianmedia sosialSMK PGRI 5 Denpasar

Komentar

Memuat komentar...