Banjir Hantui Sekolah, Hanya 22 Siswa Baru Daftar
Gambar atau konten salah?
Pagi itu, matahari bersinar terang. Tapi bukan berarti semuanya berjalan mudah. Di SDN Bojongasih 02, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, puluhan siswa baru tetap bersemangat mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada Senin, 13 Juli 2026. Udara pagi yang sejuk menemani mereka.
Kegiatan MPLS berlangsung meriah. Tapi di balik kemeriahan itu, ada cerita lain. Sekolah ini sepi peminat. Hanya 22 siswa baru yang mendaftar tahun ini. Jumlah itu turun dibandingkan tahun lalu yang mencapai 26 siswa.
Kepala SDN Bojongasih 02, Deni Gunadi, mengatakan target sekolah sebenarnya 35 siswa baru. "Iya untuk tahun sekarang ada penurunan, tahun lalu itu ada sekitar 26 siswa. Pada tahun ini sebenarnya kami memiliki target 35 siswa baru, cuma alhamdulillah yang daftar hanya 22 siswa baru," ujarnya kepada awak media.
Penyebabnya? Banjir. Sekolah ini berdiri di lingkungan yang langganan terendam air. Setiap musim hujan tiba, area sekolah pasti kebanjiran. Hal itu membuat kepercayaan masyarakat untuk mendaftarkan anak-anak mereka ke sekolah ini menjadi rendah.
Deni menjelaskan, saat banjir melanda, kegiatan belajar mengajar (KBM) harus dipindahkan ke balai desa. Kadang-kadang, pembelajaran dilakukan secara daring. "Iya kendalanya, karena Bojongasih ini semuanya kebanjiran. Jadi yang sekolah itu kadang-kadang kita alihkan ke balai desa ataupun sekarang didaringkan," katanya.
Banjir bukan satu-satunya masalah. Deni juga menyebut lesunya aktivitas industri di sekitar sekolah sebagai faktor lain. "Jadi kalau perusahaan-perusahaan di sekitar sini kembali berjalan, kemungkinan jumlah siswanya juga akan bertambah karena banyak pekerja yang tinggal di kawasan ini," jelasnya.
MPLS hari itu diikuti oleh 22 siswa baru yang datang bersama orang tua mereka. Selain itu, siswa kelas 1 hingga 6 juga ikut serta. "MPLS pada hari ini telah berjalan dan alhamdulillah bisa diikuti sebanyak 22 siswa baru ditemani orang tuanya. Kemudian MPLS juga diikuti anak-anak kelas 1 sampai 6," kata Deni.
Pihak sekolah sudah berusaha mengatasi masalah banjir. Mereka melakukan revitalisasi dengan meninggikan bangunan sekitar satu meter. Tapi Deni mengaku itu belum cukup. "Tapi kami berharap ada tambahan polder atau penyedotan air ke Citarum. Bukan hanya sekolah yang terdampak, tetapi seluruh warga di sini juga menjadi korban banjir setiap musim hujan," tegasnya.
Di tengah keterbatasan, para siswa SDN Bojongasih 02 tetap berprestasi. Mereka kerap mengikuti ajang Pendidikan Agama Islam (PAI), Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS2N), hingga Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN). Deni berharap ada bantuan tambahan dari pemerintah untuk menunjang pembelajaran, seperti buku atau chromebook. "Karena selama ini ada beberapa yang rusak, dan mudah-mudahan bisa ditambah lagi untuk bantuannya," pungkasnya.
Sekolah ini menghadapi tantangan berat. Banjir dan lesunya industri membuat jumlah siswa menurun. Tapi semangat belajar tidak pernah padam. Para siswa dan guru tetap berusaha memberikan yang terbaik. Prestasi demi prestasi terus diraih, meski fasilitas masih terbatas. Harapan mereka sederhana: lingkungan sekolah yang aman dari banjir dan dukungan pemerintah yang lebih besar.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
