Keracunan Makan Bergizi Gratis: 124 korban, 3 siswa dirawat
Gambar atau konten salah?
RSIA IBI Surabaya masih menampung tiga siswa yang dirawat setelah terjadi keracunan massal pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kawasan Tembok Dukuh, Surabaya, pada 11 Mei 2026. Kondisi mereka dilaporkan berangsur membaik.
Di 14 Mei 2026, dr Ramli Tarigan, Direktur Utama RS Ibu dan Anak IBI Surabaya, mengonfirmasi bahwa saat ini tinggal 3 pasien yang masih dirawat dari 7 pasien yang awalnya terlibat. Ia menambahkan bahwa kesehatan siswa terus menunjukkan perkembangan positif dan mereka direncanakan pulang hari ini. "Saat ini tinggal 3 pasien yang dirawat dari 7 pasien," ujar dr Ramli Tarigan. "Alhamdulillah sudah membaik. Rencananya semua hari ini bisa pulang," tambahnya.
Meski diperbolehkan pulang, para siswa tetap akan dipantau kesehatan oleh rumah sakit dan puskesmas setempat. "Semua pasien kita tetap lakukan pemantauan baik dari pihak kita rumah sakit bekerja sama dengan pihak puskesmas. Kita saling memberikan informasi," pungkas dr Ramli.
Pada 13 Mei 2026, dr Ramli menyebut siswa yang masih dirawat mengalami gangguan pencernaan seperti mual, muntah, mencret (diare). "Tujuh anak. Semua rata-rata mual, muntah, mencret (diare)," kata dr Ramli.
Ia menjelaskan bahwa rumah sakit menangani lebih dari 120 siswa saat insiden keracunan MBG terjadi pada 11 Mei 2026. Total korban terakhir 124, berasal dari sembilan sekolah. "Totalnya kemarin pendataan terakhir itu 124 korban. Untuk masing-masing sekolahnya itu ada 9 sekolah. Sekarang tinggal sisa tujuh," pungkasnya.
Kejadian ini menyoroti pentingnya pengawasan ketat pada program makanan sekolah.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi