Kerajaan Inggris Cari Videografer, Gaji Rp1 Miliar per Tahun
Gambar atau konten salah?
Sebuah peluang kerja yang tidak biasa datang dari Kerajaan Inggris. Mereka sedang mencari seorang videografer untuk bergabung dengan tim istana. Gaji yang ditawarkan cukup besar, yaitu sekitar £52.000 per tahun. Jika dikonversi ke rupiah, nominal itu setara dengan kurang lebih Rp1,08 miliar per tahun.
Informasi lowongan ini muncul di laman iklan pekerjaan yang terpasang di media massa Inggris. Iklan tersebut dipasang langsung oleh The Royal Household, yaitu organisasi yang mengurus rumah tangga Kerajaan Inggris. Posisi ini bersifat permanen dan full-time. Lokasi kerjanya berada di Istana Buckingham, London.
Batas waktu pendaftaran cukup panjang. Pelamar masih punya waktu hingga Selasa, 7 Juli 2026 waktu setempat. Artinya, lowongan ini masih terbuka untuk waktu yang cukup lama.
Videografer yang nantinya diterima akan memiliki tugas yang cukup strategis. Mereka tidak sekadar merekam acara. Tugas utamanya adalah menghubungkan keluarga kerajaan dengan audiens di seluruh dunia. Posisi ini disebut-sebut memegang kunci dalam menceritakan kisah keluarga kerajaan kepada publik.
Dalam iklan lowongan tersebut, tertulis bahwa tim Komunikasi Kerajaan menjadi pusat bagaimana Keluarga Kerajaan terhubung dengan audiens global. Sebagai seorang videografer, orang yang diterima akan memainkan peran kunci dalam membentuk bagaimana kisah-kisah itu diceritakan melalui platform digital. Mereka akan memproduksi konten video dan fotografi. Konten itu nantinya akan diunggah di berbagai media sosial milik kerajaan Inggris.
Iklan itu juga menjelaskan bahwa pekerjaan ini berada di bawah Kantor Sekretaris Pribadi. Videografer akan mengutamakan pemanfaatan media sosial dalam bercerita. Mereka akan mengerjakan produksi video dan fotografi dari awal hingga akhir. Targetnya adalah menghasilkan konten berkualitas tinggi untuk platform seperti Instagram, X (sebelumnya Twitter), dan YouTube.
Ada beberapa tanggung jawab utama yang harus diemban. Pertama, merencanakan, mengambil gambar, mengedit, dan mempublikasikan konten video serta foto dari kunjungan resmi kerajaan. Kedua, meliput kunjungan Kerajaan di seluruh Inggris dan sesekali di luar negeri. Ketiga, mengembangkan ide konten kreatif untuk meningkatkan jangkauan audiens. Keempat, mengelola peralatan syuting serta melatih rekan kerja untuk mendukung pengambilan konten di acara-acara tertentu.
Kriteria yang dicari cukup spesifik. Mereka membutuhkan videografer berpengalaman dengan pemahaman kuat tentang konten media sosial yang menarik. Pelamar harus ahli dalam menggunakan berbagai peralatan syuting, pencahayaan, audio, dan pengaturan green screen. Selain itu, mereka harus mahir menggunakan perangkat lunak Adobe Creative Cloud, terutama Premiere Pro dan After Effects. Kemampuan bekerja di bawah tenggat waktu yang ketat dan berkolaborasi dengan pemangku kepentingan senior juga menjadi syarat penting.
Soal fasilitas, kerajaan menawarkan beberapa keuntungan. Ada cuti tahunan sebanyak 25 hari per tahun. Ada juga rencana pensiun non-kontribusi sebesar 15% yang dibayarkan oleh pemberi kerja. Makan siang gratis disediakan di tempat kerja. Selain itu, karyawan mendapat diskon 20% di toko Royal Collection Trust dan tiket masuk gratis ke berbagai lokasi kerajaan.
Lowongan ini menunjukkan bagaimana kerajaan modern berusaha menjangkau publik melalui media sosial. Mereka tidak lagi hanya mengandalkan siaran pers atau liputan media tradisional. Posisi videografer ini menjadi bukti bahwa istana serius membangun citra digital mereka sendiri.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gelombang Panas Belanda Tewaskan 900 Orang, Prancis Terbakar
Kuasa Hukum Sarwendah Bantah Tuduhan Eksploitasi Anak
Pelabuhan Roro Gunungsitoli Disiapkan Jadi Pusat Logistik Nias
Kerajaan Dukung Penuh Timnas Usai Kalah di Semifinal
Gempa M3,4 Guncang Pidie Jaya, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Sergai Bangun Mal Pelayanan Publik Rp6,2 Miliar Tahun Ini
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
