Kerbau Albino 700 Kg Dipindahkan ke Kebun Binatang

Wulan M. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 61 dibaca
Bisik.id
Kerbau Albino 700 Kg Dipindahkan ke Kebun Binatang

Gambar atau konten salah?

Kerbau albino berukuran 700 kilogram yang tinggal di Bangladesh menjadi sorotan karena rambut pirang uniknya yang menyerupai gaya mantan Presiden AS, Donald Trump. Kerbau ini muncul secara tiba‑tiba di media sosial dan segera menjadi viral.

AFP melaporkan pada 28 Mei 2024 bahwa kerbau tersebut kini resmi dipindahkan ke Kebun Binatang Nasional untuk mendapatkan perawatan khusus dari pemerintah. Pindahnya kerbau ini menandai langkah penting dalam upaya pelestarian satwa langka.

Kurator Kebun Binatang Nasional, Atiqur Rahman, menegaskan bahwa kerbau ini akan dirawat dengan baik. Ia berkata, “kami telah menyiapkan kandang khusus untuk kerbau albino ini dan menunjuk seorang pengasuh,” kepada AFP pada 27 Mei 2024. Rahman juga menambahkan bahwa kerbau tersebut harus menjalani masa karantina selama dua pekan terlebih dahulu.

Kerbau albino ini awalnya direncanakan sebagai korban penyembelihan pada perayaan Iduladha. Namun, rambut terang bergelombang yang menyerupai gaya khas mantan Presiden AS membuatnya menjadi bintang internet. Sebelum dievakuasi, kerbau ini selalu memicu kerumunan massa yang ingin berswafoto.

Mantan pemilik kerbau, Zia Uddin Mridha (38), mengungkapkan bahwa saudara laki‑likunya sengaja menamai kerbau itu “Trump” karena keunikan rambutnya. Rumahnya terus didatangi gelombang pengunjung, termasuk pemburu konten media sosial dan anak‑anak, meskipun ia akhirnya sempat menjual hewan tersebut menjelang hari raya.

Intervensi penyelamatan dilakukan oleh kepolisian setempat setelah adanya instruksi resmi dari otoritas peternakan. Kepala Polisi Sektor Keraniganj Dhaka, Mohammad Ruhul Quddus, menjelaskan bahwa langkah pengamanan ini didasarkan pada pertimbangan konservasi satwa. Ia berkata, “Dinas peternakan meminta kami untuk mengambil kerbau tersebut dari pemiliknya karena merupakan hewan langka,” kepada AFP.

Otoritas terkait menilai kerbau albino tersebut masih berusia sangat muda, sehingga lebih baik jika terus dibesarkan untuk beberapa tahun ke depan. Keputusan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam melindungi satwa langka.

Keberhasilan penyelamatan kerbau ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara lembaga pemerintah, lembaga konservasi, dan masyarakat dapat menghasilkan perlindungan yang efektif bagi satwa yang unik dan berharga.

Kerbau albinoBangladeshRambut pirangKebun Binatang NasionalPelestarian satwa langkaIduladhaKonservasi satwa

Komentar

Memuat komentar...