Kerbau Albino 700 Kg Dipindahkan ke Kebun Binatang
Gambar atau konten salah?
Kerbau albino berukuran 700 kilogram yang tinggal di Bangladesh menjadi sorotan karena rambut pirang uniknya yang menyerupai gaya mantan Presiden AS, Donald Trump. Kerbau ini muncul secara tiba‑tiba di media sosial dan segera menjadi viral.
AFP melaporkan pada 28 Mei 2024 bahwa kerbau tersebut kini resmi dipindahkan ke Kebun Binatang Nasional untuk mendapatkan perawatan khusus dari pemerintah. Pindahnya kerbau ini menandai langkah penting dalam upaya pelestarian satwa langka.
Kurator Kebun Binatang Nasional, Atiqur Rahman, menegaskan bahwa kerbau ini akan dirawat dengan baik. Ia berkata, “kami telah menyiapkan kandang khusus untuk kerbau albino ini dan menunjuk seorang pengasuh,” kepada AFP pada 27 Mei 2024. Rahman juga menambahkan bahwa kerbau tersebut harus menjalani masa karantina selama dua pekan terlebih dahulu.
Kerbau albino ini awalnya direncanakan sebagai korban penyembelihan pada perayaan Iduladha. Namun, rambut terang bergelombang yang menyerupai gaya khas mantan Presiden AS membuatnya menjadi bintang internet. Sebelum dievakuasi, kerbau ini selalu memicu kerumunan massa yang ingin berswafoto.
Mantan pemilik kerbau, Zia Uddin Mridha (38), mengungkapkan bahwa saudara laki‑likunya sengaja menamai kerbau itu “Trump” karena keunikan rambutnya. Rumahnya terus didatangi gelombang pengunjung, termasuk pemburu konten media sosial dan anak‑anak, meskipun ia akhirnya sempat menjual hewan tersebut menjelang hari raya.
Intervensi penyelamatan dilakukan oleh kepolisian setempat setelah adanya instruksi resmi dari otoritas peternakan. Kepala Polisi Sektor Keraniganj Dhaka, Mohammad Ruhul Quddus, menjelaskan bahwa langkah pengamanan ini didasarkan pada pertimbangan konservasi satwa. Ia berkata, “Dinas peternakan meminta kami untuk mengambil kerbau tersebut dari pemiliknya karena merupakan hewan langka,” kepada AFP.
Otoritas terkait menilai kerbau albino tersebut masih berusia sangat muda, sehingga lebih baik jika terus dibesarkan untuk beberapa tahun ke depan. Keputusan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam melindungi satwa langka.
Keberhasilan penyelamatan kerbau ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara lembaga pemerintah, lembaga konservasi, dan masyarakat dapat menghasilkan perlindungan yang efektif bagi satwa yang unik dan berharga.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Modi Berdoa di Candi Siwa Prambanan Demi Hubungan RI-India
Gimbal Bolaang Mongondow: Panggil Roh Leluhur Lewat Tabuhan
Modi Yakin Restorasi Prambanan Tarik Wisatawan India
Bupati Tolak Pipa Laut di Gili Meno, Pilih Sumur Pantai
Kunjungan ke Kota Lama Semarang Tembus 236 Ribu Selama Libur Sekolah
Prabowo-Modi Resmikan Restorasi Candi Prambanan
Berita Terbaru
Musim Kemarau 2026 Ancam Pangan Tasikmalaya
Kemendikdasmen Rilis Aturan MPLS 2026
Rp3,6 Miliar Irigasi Disalurkan ke 30 Subak Buleleng
Meminjamkan Uang, Wajib atau Anjuran?
Buaya 1,5 Meter Muncul di Permukiman Palu, Warga Panik
Susunan Upacara Pembukaan MPLS 2026/2027
KPU Jabar Gelar Dialog Inklusif untuk Disabilitas
Haaland Bawa Norwegia ke Perempatfinal Piala Dunia
Anak Gajah Sakda Pulih, Kembali ke Kelompok Liar
Gagasan Rektor UMI Jadi Mukadimah RUU Listrik
