Kereta Api Indonesia Rekor 123 Ribu Turis Asing 5 Bulan 2025
Gambar atau konten salah?
Di Indonesia, perjalanan keliling pulau dengan kereta api kini menjadi pilihan favorit bagi wisatawan asing. Pada lima bulan pertama tahun 2025, catatan Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat lebih dari 123 ribu pengunjung mancanegara yang menikmati pemandangan dari jendela gerbong. Bulan puncak, Mei, menyaksikan sekitar 30 ribu turis global menggunakan layanan ini dalam satu bulan saja.
Fleksibilitas, kenyamanan, dan ketepatan waktu menjadi alasan utama mengapa moda transportasi ini masuk dalam daftar wajib para pelancong internasional. Dari ribuan rute, sepuluh stasiun paling sering menjadi pemberhentian bagi turis asing.
Petualangan biasanya dimulai di Jakarta. Stasiun Gambir menjadi gerbang utama, menyambut 23.852 pelanggan asing. Dari sini, para wisatawan dapat langsung mengunjungi Monas, menjelajahi sejarah di Kota Tua, atau menikmati kuliner di Menteng dan Thamrin. Tidak kalah sibuk, Stasiun Pasar Senen berada di peringkat kelima, melayani 7.446 turis yang ingin merasakan perjalanan dengan rute yang lebih bervariasi.
Bergerak ke arah timur, Stasiun Yogyakarta menduduki posisi kedua sebagai pusat wisata budaya. Sebanyak 17.417 turis asing turun di sini untuk mengunjungi Keraton Yogyakarta, berbelanja suvenir di Malioboro, dan melanjutkan perjalanan spiritual ke Candi Borobudur serta Prambanan.
Bagi yang menyukai udara sejuk dan pemandangan hijau, Stasiun Bandung menjadi perhentian favorit ketiga dengan mencatat 11.678 penumpang asing. Akses strategisnya memungkinkan para pelancong untuk cepat melipir ke alam asri Lembang, melihat eksotisme Kawah Putih Ciwidey, atau sekadar nongkrong di kafe-kafe estetik berarsitektur kolonial di pusat Kota Kembang.
Jalur kereta membawa para petualang internasional ke wilayah Jawa Tengah. Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng memikat 5.757 turis asing yang penasaran dengan bangunan ikonis Lawang Sewu, megahnya Sam Poo Kong, pesona Kota Lama, serta koleksi sejarah di Museum Ambarawa. Sementara itu, Stasiun Purwokerto diam-diam menarik 2.823 turis yang mendambakan ketenangan wisata alam dan budaya di kaki Gunung Slamet.
Perjalanan berlanjut ke arah timur yang kaya akan cerita sejarah dan petualangan alam liar. Kota Surabaya menyumbang dua stasiun sekaligus dalam daftar ini. Stasiun Surabaya Gubeng mengantongi 8.416 penumpang asing, sedangkan Stasiun Surabaya Pasar Turi berada di peringkat kedelapan dengan 3.665 penumpang. Kedua stasiun ini menjadi titik tolak bagi turis untuk menikmati sisi modernitas dan sejarah Surabaya, mulai dari House of Sampoerna, kemegahan Jembatan Suramadu, hingga Tugu Pahlawan.
Para pencinta gunung biasanya akan melanjutkan perjalanan hingga berhenti di Stasiun Malang, yang berada di peringkat ketujuh dengan 4.497 pelanggan asing. Stasiun ini menjadi titik kumpul utama bagi backpacker dunia yang ingin menyaksikan matahari terbit legendaris di Gunung Bromo, bermain di Kota Wisata Batu, atau mencicipi petik apel di Kusuma Agro Wisata.
Selanjutnya, Stasiun Cirebon berhasil mencatat 3.163 turis asing. Kota udang ini semakin berkibar di kancah internasional berkat daya tarik wisata religi, keraton-keraton bersejarah, dan wisata alamnya yang unik.
Melihat antusiasme yang begitu tinggi, PT KAI terus berinovasi. Inisiatifnya meliputi kemudahan memesan tiket secara daring bagi warga asing, serta integrasi transportasi lanjutan di setiap stasiun. Dengan langkah ini, para penumpang kereta api di masa depan dapat lebih mudah berbagi senyum dengan wisatawan dari berbagai belahan dunia.
- Stasiun Gambir
- Stasiun Yogyakarta
- Stasiun Bandung
- Stasiun Surabaya Gubeng
- Stasiun Pasar Senen
- Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng
- Stasiun Malang
- Stasiun Surabaya Pasar Turi
- Stasiun Cirebon
- Stasiun Purwokerto
Dengan data yang jelas, terlihat bahwa kereta api tidak hanya menjadi sarana transportasi, melainkan juga jembatan budaya yang menghubungkan wisatawan asing dengan keindahan dan sejarah Indonesia. Keberhasilan ini menandai pergeseran preferensi wisatawan internasional yang semakin menghargai perjalanan yang nyaman, terjangkau, dan berkesan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
10 Tempat Wisata di Tangerang, Akses KRL Mudah
5 Gunung Alternatif untuk Hindari Keramaian Bromo
10 Destinasi Wisata di Jakarta yang Mudah Dijangkau Naik KRL
Gua Donan Pangandaran Sepi, Tiket Gratis pun Tak Laku
7 Destinasi Dingin Jawa Tengah Selain Dieng
Pantai Lakban: Wisata dan Sejarah Tambang Belanda
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
