Kereta Malang Paksa Jalur Baru, Tambah Waktu 2‑3 Jam
Gambar atau konten salah?
Kereta api yang menuju Malang terpaksa menyesuaikan jalur setelah Kereta Api (KA) Bangunkarta rute Jombang‑Pasarsenen Jakarta terhenti di Bumiayu, Brebes. Insiden ini memaksa PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 8 Surabaya mengubah pola operasi di wilayah tersebut.
KA Gajayana, yang beroperasi dari Gambir ke Malang, menjadi salah satu kereta yang terdampak. Untuk menghindari rute yang terblokir, kereta ini diputar dan harus menempuh lintas alternatif. Akibatnya, perjalanan ke Stasiun Malang memakan waktu tambahan antara 120 hingga 180 menit.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menjelaskan keputusan ini diambil demi menjaga kelangsungan perjalanan. Ia menulis, “Dengan diberlakukannya pola operasi memutar tersebut, satu perjalanan kereta api menuju ke Stasiun Malang harus menempuh lintas alternatif. Hal ini berdampak pada bertambahnya waktu tempuh berkisar antara 120 hingga 180 menit.”
Di tengah situasi, KAI memohon maaf kepada penumpang yang harus menunggu lebih lama di gerbong. Mahendro menambahkan, “Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar‑besar‑nya. KAI berkomitmen untuk terus meningkatkan keselamatan dan pelayanan, serta memastikan seluruh perjalanan kereta api dapat kembali berjalan aman dan lancar.”
Walau terjadi kendala, Mahendro menegaskan bahwa jadwal keberangkatan kereta api dari Stasiun Malang pada hari berikutnya masih terpantau aman. Ia menyatakan, “Untuk keberangkatan kereta api pada esok hari di Stasiun Malang secara umum masih berjalan normal dan sesuai jadwal.”
Seiring berjalannya hari, pihak KAI terus berkoordinasi di lapangan untuk menormalisasi jalur di Stasiun Bumiayu. Langkah ini bertujuan agar sirkulasi perjalanan di jalur selatan Jawa dapat pulih total secepat mungkin.
Peristiwa ini menyoroti betapa pentingnya fleksibilitas dalam manajemen jalur kereta api. Meskipun menambah waktu tempuh, penyesuaian pola operasi meminimalisir gangguan lebih besar bagi penumpang dan memastikan keselamatan tetap terjaga.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
