Kerry Brown: 10 Tumor Otak Terungkap, 5 Dihapus di Inggris
Gambar atau konten salah?
Di Yorkshire, Inggris, seorang wanita berusia 54 tahun bernama Kerry Brown mulai merasakan sensasi kesemutan dan panas pada tubuhnya sejak 01 Januari 2017. Pada saat itu, ia menganggap gejala tersebut hanyalah perubahan hormonal biasa. Namun, dua tahun berikutnya, kondisi tersebut semakin memburuk.
Gejala yang muncul meliputi kelelahan ekstrem dan kesulitan berbicara. Meski begitu, Kerry tidak menyadari bahwa kondisinya serius sampai ia mengalami gangguan penglihatan. “Saya mengalami episode ini selama beberapa tahun. Lalu, saya merasakan seperti ada bekas sidik jari di penglihatan mata kanan saya,” ungkapnya, yang dikutip dari People.
Untuk mencari penyebabnya, Kerry memeriksakan diri ke ahli optik pada 01 Januari 2019. Pemeriksaan tersebut menunjukkan adanya pembengkakan di belakang mata, sehingga ia dirujuk ke rumah sakit untuk menjalani MRI. Beberapa hari setelah pemindaian, dokter memanggilnya kembali.
“Saya ingat masuk dan melihat gambar otak di dinding dan berpikir 'ini pasti bukan kabar baik'. Konsultan bertanya apakah saya mengalami sakit kepala dan apakah saya bisa berjalan naik tangga,” kata Kerry. Hasil MRI mengungkapkan adanya empat tumor otak. Dokter menjelaskan bahwa sensasi panas yang ia alami sebenarnya merupakan kejang.
Dua tumor tersebut berukuran lebih dari 2 cm dan memerlukan operasi. Namun, saat prosedur berlangsung, dokter menemukan jumlah tumor yang jauh lebih banyak dari perkiraan awal. “Ketika saya bangun setelah operasi, mereka memberi tahu saya bahwa mereka tidak menemukan empat tumor, mereka menemukan 10,” terang Kerry.
Setelah operasi, dokter berhasil mengangkat lima dari sepuluh tumor. Sisa tumor akan terus dipantau. Meski begitu, dalam beberapa tahun berikutnya, Kerry masih mengalami kejang dan bahkan kehilangan penglihatan di satu mata.
Diagnosa akhir menunjukkan bahwa Kerry mengidap meningioma, jenis tumor otak yang paling umum. Tumor ini tumbuh di selaput pelindung otak dan sumsum tulang belakang. Gejalanya dapat meliputi gangguan penglihatan, sakit kepala yang semakin parah, gangguan pendengaran atau tinnitus, kehilangan ingatan, kejang, hingga kelemahan pada anggota tubuh.
Dalam pemeriksaan lanjutan terbaru, Kerry diberitahu bahwa dua tumor kembali tumbuh, sehingga ia memerlukan terapi radiasi. Kini, sebagai ibu satu anak, ia memilih untuk membagikan kisahnya guna meningkatkan kesadaran dan mendukung penggalangan dana untuk Brain Tumour Research, sebuah organisasi penelitian medis di Inggris.
“Mengetahui betapa kurangnya dana untuk penelitian tumor otak, dan setelah mengalaminya sendiri, benar-benar memotivasi saya,” tutur Kerry. “Saya tahu bagaimana rasanya mengalami ini. Saya telah mengalaminya. Jika berbagi kisah saya membantu meningkatkan kesadaran atau membantu orang lain merasa tidak sendirian, maka itu sepadan,” pungkasnya.
Kasus Kerry menyoroti pentingnya deteksi dini dan perhatian terhadap gejala yang tampak ringan. Meningioma, meskipun paling umum, tetap memerlukan diagnosa dan perawatan yang tepat agar dapat meminimalkan dampak pada kualitas hidup pasien.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kasus COVID-19 China Melonjak Tiga Kali Lipat pada Juni 2026
Alasan Australia Tolak Daun Kelor sebagai Pangan Sehari-hari
Gelombang Panas Tewaskan 2.700 Orang di Inggris & Wales
Menu Makan Harry Kane: Salmon, Nasi, dan Salad
Uji Ketajaman Mata: Temukan Objek Tersembunyi
7 Makanan Atasi Wajah Bengkak Tanpa Diet Ekstrem
