Khofifah Distribusikan Rp1,819 Miliar Bansos Kediri
Gambar atau konten salah?
Sabtu, 23 Mei 2026 di Balai Kota Kediri, Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan bantuan sosial kepada ratusan warga. Penyaluran ini menargetkan buruh pabrik rokok, lansia, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan lainnya.
Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp 1.819.000.000. Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyediakan dana melalui beberapa program, antara lain Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD), Program Keluarga Harapan (PKH) Plus, Bantuan Langsung Tunai (BLT), dan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) bagi buruh pabrik rokok lintas wilayah.
Selain itu, ada program kewirausahaan inklusif produktif KIP PPKS Jawara, zakat produktif, serta tali asih bagi pilar sosial. Semua bantuan telah melewati proses verifikasi dan validasi Data Terpadu Sosial Nasional (DTSN) agar tepat sasaran.
Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah mengharapkan bantuan membawa manfaat dan keberkahan bagi penerima. “Pertemuan ini saling sambung doa. Mudah-mudahan tambah hari tambah sehat, tambah hari tambah bahagia, tambah hari tambah sukses, tambah hari tambah berkah, tambah hari Allah tambahkan kebahagiaan kita semua,” ucapnya.
Ia menegaskan bahwa bantuan sosial tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga menjadi penguat ekonomi keluarga agar lebih mandiri dan produktif.
Wali Kota Vinanda Prameswati menyatakan kehadiran Gubernur Jawa Timur sebagai bentuk perhatian nyata pemerintah terhadap masyarakat Kediri, khususnya kelompok rentan dan pejuang kesejahteraan sosial. “Program ini juga selaras dengan komitmen kami Pemerintah Kota Kediri dalam menekan angka kemiskinan, memperkuat perlindungan sosial, sekaligus membangun fondasi ekonomi masyarakat yang lebih mandiri serta produktif,” kata Vinanda.
Ia menambahkan bahwa seluruh bantuan telah melalui proses verifikasi dan validasi Data Terpadu Sosial Nasional (DTSN) agar penyaluran tepat sasaran. “Kami berharap bantuan sosial yang diberikan hari ini bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sesuai peruntukkannya sehingga benar-benar memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat,” tambahnya.
Kepala Dinas Sosial Jawa Timur, Restu Novi Widiani, menegaskan bahwa Kediri menjadi daerah pertama di Jawa Timur pada tahun ini yang menerima penyaluran bansos dengan kehadiran langsung Gubernur. “Hari ini kita akan menjadi saksi penyaluran bantuan untuk Kota Kediri senilai total Rp 1.819.000.000, dan Kota Kediri menjadi kota pertama di Jawa Timur tahun ini yang dihadiri langsung oleh Ibu Gubernur,” ujar Restu.
Ia merinci rincian bantuan: PKH Plus untuk 485 penerima, BLT buruh pabrik rokok sebanyak 265 penerima, bantuan kemiskinan ekstrem bagi 125 penerima, ASPD untuk 55 penerima, serta bantuan KIP PPKS Jawara bagi 24 penerima. Selain itu, bantuan diberikan kepada 48 pilar sosial berupa tali asih bagi TKSK dan Tagana, serta zakat produktif dari BUMD kepada 50 penerima manfaat.
Restu menutup dengan harapan bahwa program-program ini tidak hanya membantu kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga mendorong pemberdayaan ekonomi agar masyarakat lebih mandiri dan produktif. Program-program ini diharapkan tidak hanya membantu kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga mendorong pemberdayaan ekonomi agar masyarakat lebih mandiri dan produktif, tambahnya.
Acara ini menegaskan komitmen pemerintah Jawa Timur dan Kediri untuk memperkuat perlindungan sosial, menekan kemiskinan, dan membangun fondasi ekonomi yang lebih kuat bagi warga. Dengan bantuan sebesar Rp 1.819.000.000, diharapkan keluarga di Kediri dapat lebih mandiri dan produktif di masa depan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
