Kilang Minyak Balikpapan Siap Jadi Terbesar dengan Kapasitas 360 Ribu Barel
Gambar atau konten salah?
Keberadaan kilang minyak sangat penting bagi negara, terutama untuk ketahanan energi. Saat ini, Indonesia memiliki enam kilang yang dikelola oleh PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya, PT Kilang Pertamina Internasional (KIP). Keenam kilang tersebut terletak di:
- Kilang Minyak Plaju, Sumatera Selatan
- Kilang Minyak Putri Tujuh, Riau
- Kilang Minyak Cilacap, Jawa Tengah
- Kilang Minyak Balikpapan, Kalimantan Timur
- Kilang Minyak Balongan, Jawa Barat
- Kilang Minyak Kasim, Papua
Salah satu proyek besar yang sedang dikembangkan adalah Refinery Development Master Plan (RDMP) di Balikpapan, yang akan menjadikan kilang ini sebagai yang terbesar di Indonesia dengan kapasitas 360 ribu barel per hari. Proyek ini merupakan yang terbesar dalam sejarah Pertamina.
Banyak yang belum mengetahui bahwa kilang minyak KIP tidak hanya memproduksi bahan bakar minyak (BBM), tetapi juga bahan pelumas dan produk petrokimia bernilai tinggi. Dalam sebuah wawancara, Direktur Utama KPI, Taufik Aditiyawarman, menjelaskan bahwa KPI bertanggung jawab untuk mengolah minyak mentah menjadi BBM, serta produk tambahan seperti petrokimia dan LPG.
Secara keseluruhan, kapasitas kilang-kilang di Indonesia mencapai 1,05 juta barel per hari. Produk BBM yang dihasilkan meliputi bensin, solar, dan turunannya seperti Pertamax dan Pertalite. Namun, karena kebutuhan BBM domestik yang tinggi, Pertamina juga melakukan impor minyak mentah untuk memenuhi kebutuhan ini.
Taufik menekankan bahwa posisi KPI sangat strategis dalam memastikan ketersediaan BBM di Indonesia. Meskipun kilang-kilang ini memproduksi BBM, masih ada kebutuhan untuk melakukan impor, terutama untuk produk gasoline. Sejak 2019, Indonesia telah mandiri dalam produksi diesel dan avtur.
Proyek RDMP di Balikpapan bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kilang yang ada. RDMP merupakan proyek strategis nasional (PSN) yang diawasi pemerintah. Peningkatan kapasitas ini memungkinkan untuk memproduksi BBM dengan kualitas Euro 5, yang memiliki kandungan sulfur 10 ppm.
Proyek RDMP Balikpapan diharapkan dapat menyelesaikan peningkatan kapasitas kilang hingga 300 ribu barel per hari. Selain itu, proyek ini juga akan menghasilkan produk petrokimia, termasuk Propylene, yang digunakan dalam industri plastik.
Dalam pelaksanaan proyek ini, keselamatan kerja menjadi prioritas utama. Hingga saat ini, proyek RDMP telah mencatat hampir 56 juta jam kerja tanpa kecelakaan. Dengan jumlah pekerja yang mencapai 28 ribu saat puncak proyek, dampak ekonomi yang dihasilkan oleh kilang sangat signifikan bagi daerah.
Setelah proyek selesai, diharapkan akan ada penambahan tenaga kerja sekitar 1.200 orang. Peningkatan kapasitas dan kualitas kilang berkontribusi pada pengurangan emisi, serta meningkatkan kompleksitas proses pengolahan minyak. Kilang Balikpapan dijadwalkan akan beroperasi dengan kualitas BBM yang lebih baik mulai Agustus 2023.
Kegiatan ini akan membawa dampak positif bagi ekonomi lokal serta meningkatkan ketahanan energi di Indonesia. Dengan adanya proyek ini, diharapkan Indonesia dapat lebih mandiri dalam hal energi dan mengurangi ketergantungan pada impor.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
AS Sanksi BitBank, Bursa Kripto Pendanaan IRGC
Harga Cabai Tembus Rp 100 Ribu, Petani Kebanjiran Untung
Harga Cabai Tembus Rp 100 Ribu, Warteg Kelimpungan
Gibran Sesali Ucapan Oknum SPPG yang Olok Korban Keracunan MBG
Transmart Full Day Sale Diskon 50%+20%
Prabowo: Ribuan Kapal Nelayan Dibangun Tahun Depan
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
