Klaim Allianz Rp 500 Juta Tak Cair, Pasien Kanker Meninggal
Gambar atau konten salah?
Sebuah kisah memilukan datang dari keluarga nasabah asuransi Allianz. Mereka mengajukan klaim senilai Rp 500 juta, namun hingga enam bulan lamanya dana tersebut tak kunjung cair. Klaim ini diajukan untuk menutupi biaya pengobatan sang ibu yang didiagnosis mengidap kanker lambung stadium 4, hingga akhirnya meninggal dunia.
Keluarga tersebut mengungkapkan keluhannya melalui media sosial. "Sudah hampir 6 bulan sejak pengajuan klaim katastropik ibu saya (tepatnya sejak 30 Desember 2025), proses klaim medis untuk orang tua saya yang didiagnosis menderita kanker lambung stage 4 (metastase) tak kunjung menemui titik terang," tulis mereka dalam unggahan di akun X @MediaKonsumenID pada Senin, 13 Juli 2026.
Proses peninjauan klaim berjalan sangat lambat. Selama enam bulan, klaim tersebut mengalami pendingan sebanyak tujuh kali. Pihak Allianz bersikeras meminta hasil pemeriksaan Patologi Anatomi (PA) sebagai syarat mutlak untuk melanjutkan proses klaim. Padahal, dokter spesialis di Pantai Hospital Kuala Lumpur (KL) sudah menyatakan bahwa biopsi ulang tidak diperlukan. Hasil pemeriksaan yang ada sudah jelas menunjukkan adanya metastase.
"Kami sudah berkonsultasi secara mendalam dengan dokter spesialis yang menangani orang tua saya, yaitu dr. Malwinder Singh dari Pantai Hospital KL. Dokter menyatakan bahwa tindakan biopsi ulang untuk mengejar hasil PA sudah tidak perlu dan tidak direkomendasikan lagi karena hasil pemeriksaan biopsi dan penunjang terakhir secara medis sudah sangat jelas memperlihatkan adanya metastase (penyebaran aktif) dari lambung ke area tulang dan kelenjar getah bening," jelas keluarga nasabah.
Pada pendingan ketujuh, keluarga nasabah memberikan surat keterangan dari dokter yang menyatakan adanya metastase. Namun, Allianz kembali mengirimkan surat pendingan pada 8 Juli 2026. Di hari yang sama, sang ibu yang merupakan nasabah utama mengembuskan napas terakhirnya di RS Siloam Dhirga Surya akibat komplikasi paru-paru dari kanker lambung yang dideritanya.
Keluarga sangat berharap pihak underwriting atau tim medis Allianz dapat meninjau kasus ini secara bijaksana. "Mohon agar rekam medis komprehensif yang menunjukkan penyebaran kanker tersebut dapat dijadikan rujukan utama yang sah untuk mencairkan klaim," harap mereka.
Menunda kejelasan klaim di saat nasabah sedang berjuang melawan penyakit kritis, dan kini di tengah duka yang dirasakan, tentu sangat menyakitkan bagi keluarga. Apalagi, keluarga tersebut ternyata termasuk nasabah Platinum Allianz dengan total sekitar 22 polis dari seluruh anggota keluarga.
"Melalui surat ini, kami mengetuk pintu hati dan profesionalisme manajemen Allianz untuk segera menyelesaikan kendala administratif ini," imbuh mereka.
Hingga berita ini ditulis, pihak Allianz belum memberikan tanggapan atas konfirmasi yang dilakukan.
Kisah ini menyoroti betapa rumitnya proses klaim asuransi, terutama saat nasabah berada dalam kondisi kritis. Meski keluarga sudah memberikan bukti medis yang kuat, persyaratan administratif yang kaku justru menjadi penghalang. Ironisnya, klaim baru bisa diproses lebih lanjut setelah nasabah meninggal dunia, bukan saat biaya pengobatan sangat dibutuhkan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Klaim Allianz Rp 500 Juta Tak Cair, Pasien Kanker Meninggal
Kepala Sekolah Bela Siswi yang Fotonya Dikritik
Semburan Air dan Lumpur Muncul di Mamuju Tengah
Banjir Hantui Sekolah, Hanya 22 Siswa Baru Daftar
Tiga Murid Baru, SD Semarang Tetap Gelar MPLS Meriah
ASN Terlambat Demi Antar Anak Hari Pertama SD
Buaya Muara Muncul di Kali Jagir, Pemancing Tak Sadar
Pasangan di Surabaya Jual Produk Kedaluwarsa, Divonis 10 Bulan