Koin Mengotori Kolam Oshino, Pemerintah Pasang Kotak

Dedi S. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 128 dibaca
Bisik.id
Koin Mengotori Kolam Oshino, Pemerintah Pasang Kotak

Gambar atau konten salah?

Di Oshino Hakkai, sebuah kawasan mata air di Prefektur Yamanashi, kebiasaan wisatawan melempar koin ke kolam telah menimbulkan kekhawatiran tentang estetika dan pencemaran air. Praktik ini, yang diyakini membawa keberuntungan, kini dianggap mengganggu keindahan alam dan berpotensi menurunkan kualitas air.

Oshino Hakkai berada di dalam Situs Warisan Budaya Dunia UNESCO Gunung Fuji sejak 09 April 2026. Sejak penetapan tersebut, jumlah pengunjung meningkat drastis, dan kebiasaan melempar koin pun turut muncul. Pemerintah Desa Oshino mencatat hingga kini sekitar 50.000 koin telah ditemukan di dasar kolam, mengacaukan tampilan alami air yang selama ini dikenal sangat jernih.

Pada 24 Maret 2026, sejumlah turis mancanegara terlihat mengamati dan memotret tumpukan koin di dalam kolam. Salah satu wisatawan asal Amerika Serikat berusia 44 tahun mengaku terkejut saat melihat kondisi tersebut. Ia bahkan sempat mengira kolam itu buatan manusia. “Meskipun melempar koin ke air mancur atau kolam buatan adalah tradisi umum untuk membuat permintaan di Amerika Serikat, sangat disayangkan melihat praktik seperti itu di lingkungan alam,” ujarnya.

Oshino Hakkai terdiri dari delapan kolam mata air yang berasal dari aliran bawah tanah Gunung Fuji. Saat cuaca cerah, kawasan tersebut menawarkan pemandangan Gunung Fuji dan menjadi tujuan favorit wisatawan domestik maupun mancanegara. Menurut pemerintah desa, koin mulai banyak ditemukan setelah penetapan UNESCO. Banyaknya koin dari berbagai negara mengindikasikan wisatawan asing sebagai pelaku utama.

Dari delapan kolam, dampak paling terlihat di Kolam Wakuike. Kolam ini dikenal sangat jernih hingga dasar sedalam sekitar 4 meter bisa terlihat, namun kini bagian dasarnya dipenuhi kilauan koin logam. Sebagian koin juga mulai berkarat. Kondisi itulah yang menimbulkan kekhawatiran akan dampaknya terhadap kualitas air.

Pejabat desa menduga wisatawan meniru tradisi di Air Mancur Trevi di Roma yang identik dengan lempar koin untuk mengabulkan harapan. Tapi ia menegaskan bahwa Oshino Hakkai tidak memiliki tradisi tersebut. Upaya pembersihan pernah dilakukan pada 2016 dengan melibatkan penyelam sukarelawan. Dalam lima kali operasi, lebih dari 18.000 koin berhasil diangkat dari Kolam Wakuike.

Selain itu, rambu larangan dalam beberapa bahasa juga telah dipasang. Meski demikian, praktik tersebut belum berhenti. “Ini adalah siklus tanpa akhir, begitu kita menangkap mereka, lebih banyak lagi yang dilemparkan,” kata seorang pejabat desa.

Kolam-kolam di Oshino Hakkai sendiri telah ditetapkan sebagai monumen alam nasional. Melempar koin ke dalamnya berpotensi melanggar Undang-Undang Perlindungan Warisan Budaya. Karena sulit dihentikan, pemerintah desa berencana menyediakan kotak persembahan di sekitar kolam pada akhir tahun fiskal ini. Fasilitas tersebut diharapkan menjadi alternatif bagi wisatawan. Dana yang terkumpul nantinya akan digunakan sebagai dana kerja sama untuk menjaga kelestarian lingkungan. Pemerintah desa juga membuka penggalangan dana melalui sistem donasi pajak furusato nozei.

Meskipun hasil uji air sejauh ini belum menunjukkan masalah, pemerintah desa menegaskan pentingnya menghentikan kebiasaan tersebut. Mereka berharap kesadaran wisatawan meningkat agar kejernihan air dan keindahan Oshino Hakkai tetap terjaga.

Keberadaan koin di kolam menandai konflik antara tradisi wisatawan dan pelestarian alam. Upaya pembersihan dan penyediaan kotak persembahan menunjukkan langkah konkret pemerintah desa untuk menyeimbangkan kedua kepentingan tersebut.

Oshino HakkaiKolam Mata AirMelempar KoinUNESCOGunung FujiPelestarian AlamWisatawanKotak Persembahan

Komentar

Memuat komentar...