Kopi Tingkatkan Lawsonibacter asaccharolyticus di Usus

Iwan D. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 64 dibaca
Bisik.id
Kopi Tingkatkan Lawsonibacter asaccharolyticus di Usus

Gambar atau konten salah?

Setiap pagi, banyak orang memulai hari dengan secangkir kopi. Minuman ini tidak hanya memberi semangat, tetapi juga menimbulkan pertanyaan menarik tentang hubungan antara kopi dan bakteri di usus.

Penelitian yang dipublikasikan di Nature mengungkapkan temuan penting. Para peneliti memeriksa puluhan ribu sampel tinja dan menemukan bahwa peminum kopi cenderung memiliki tingkat bakteri tertentu yang lebih tinggi. Uji laboratorium selanjutnya menunjukkan bahwa kopi dapat merangsang pertumbuhan bakteri tersebut.

Data diet terperinci dari 22.867 orang di Amerika Serikat dan Britania Raya dianalisis dan dibandingkan dengan kumpulan data mikobioma publik yang mencakup 54.198 sampel. Hubungan antara konsumsi kopi dan perubahan mikrobioma usus muncul berulang kali di berbagai kelompok penelitian.

Temuan paling menonjol adalah bakteri usus Lawsonibacter asaccharolyticus, yang pertama kali diisolasi pada 2018. Pada beberapa studi, jumlah bakteri ini tercatat sekitar 4,5 hingga 8 kali lebih tinggi pada orang yang rutin minum kopi dalam jumlah banyak dibandingkan dengan mereka yang tidak minum kopi sama sekali. Bakteri ini juga ditemukan lebih banyak pada peminum kopi dalam jumlah sedang.

Menariknya, pola ini tidak hanya dipicu oleh kafein. Ketika tim melihat asupan kopi tanpa kafein pada subkelompok tertentu, bakteri yang sama masih terdeteksi bersama kopi. Hal ini menunjukkan kemungkinan senyawa kopi lainnya mungkin terlibat.

Dalam laboratorium, peneliti menumbuhkan Lawsonibacter asaccharolyticus dengan menambahkan kopi ke dalam media pertumbuhannya. Hasilnya, bakteri tersebut cenderung tumbuh lebih baik pada beberapa konsentrasi kopi, termasuk pada kopi tanpa kafein.

Untuk menghubungkan hal ini dengan aspek kimia, para peneliti meneliti sampel darah dari kelompok peserta yang lebih kecil dan mencari metabolit, yaitu molekul kecil yang terbentuk saat tubuh dan mikroba memproses makanan. Hasilnya, ditemukan salah satu senyawa, yaitu asam quinic, yang memiliki hubungan kuat dengan konsumsi kopi maupun keberadaan Lawsonibacter asaccharolyticus.

Penelitian ini sejalan dengan eksperimen yang menunjukkan bahwa senyawa dalam kopi bisa diubah oleh mikrobioma usus, sehingga memengaruhi jenis bakteri yang berkembang.

Meski begitu, hasil studi ini bukan berarti kopi bisa dianggap sebagai obat. Penelitian hanya menunjukkan adanya kaitan antara kopi, Lawsonibacter asaccharolyticus, dan senyawa kimia dalam darah.

Belum ada bukti apakah meningkatkan jumlah bakteri tersebut bisa memperbaiki kesehatan atau mulai minum kopi apakah akan memberi manfaat bagi orang yang sebelumnya menghindari minuman ini.

Namun, bagi banyak orang penelitian ini memberi sudut pandang baru tentang kebiasaan minum kopi setiap pagi, yang bukan hanya untuk mengusir kantuk, tapi juga memengaruhi kondisi tubuh dari dalam.

Temuan ini menyoroti bahwa konsumsi kopi terkait dengan bakteri usus tertentu dan senyawa metabolik, namun masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami implikasi kesehatan secara mendalam.

kopibakteri ususLawsonibacter asaccharolyticusmikrobiomaasam quinickonsumsi kopikesehatan

Komentar

Memuat komentar...