Kopi Tingkatkan Lawsonibacter di Usus Peminum Penelitian

Arif S. · 2 min baca · 19 hari lalu · 50 dibaca
Bisik.id
Kopi Tingkatkan Lawsonibacter di Usus Peminum Penelitian

Gambar atau konten salah?

Minuman kopi, yang seringkali menjadi pilihan pagi bagi banyak orang, ternyata memiliki pengaruh pada mikroba yang hidup di usus. Sebuah penelitian yang dipublikasikan di jurnal Nature menemukan bahwa peminum kopi cenderung memiliki tingkat bakteri tertentu di usus yang lebih tinggi dibandingkan yang tidak.

Peneliti mengumpulkan data pola makan dari 22.867 orang yang tinggal di Amerika Serikat dan Britania Raya. Data ini kemudian dibandingkan dengan koleksi mikobioma publik yang mencakup 54.198 sampel tinja. Dari analisis ini, hubungan antara konsumsi kopi dan perubahan mikrobioma usus muncul secara konsisten di berbagai kelompok penelitian.

Yang paling menonjol adalah bakteri Lawsonibacter asaccharolyticus, yang pertama kali diisolasi pada tahun 2018. Di beberapa kelompok, jumlah bakteri ini tercatat antara 4,5 hingga 8 kali lebih tinggi pada orang yang rutin minum kopi dalam jumlah banyak dibandingkan yang tidak mengonsumsi kopi sama sekali. Bahkan pada peminum kopi dalam jumlah sedang, bakteri ini tetap lebih banyak.

Hal menarik lainnya adalah bahwa pola ini tidak hanya dipengaruhi oleh kandungan kafein. Saat peneliti memeriksa kopi tanpa kafein, bakteri yang sama tetap muncul dalam jumlah lebih tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa ada senyawa lain dalam kopi yang berperan.

Untuk menguji hal ini, para peneliti menumbuhkan Lawsonibacter asaccharolyticus di laboratorium dengan menambahkan kopi ke media makanan. Bakteri tersebut tumbuh lebih baik pada beberapa konsentrasi kopi, termasuk kopi tanpa kafein. Ini menunjukkan bahwa kopi dapat memfasilitasi pertumbuhan bakteri tersebut.

Selanjutnya, peneliti memeriksa hubungan kimia menggunakan sampel darah dari kelompok peserta yang lebih kecil. Mereka mencari metabolit, yaitu molekul kecil yang terbentuk ketika tubuh dan mikroba memproses makanan. Hasilnya, ditemukan senyawa bernama asam quinic yang memiliki hubungan kuat dengan konsumsi kopi dan keberadaan Lawsonibacter asaccharolyticus.

Penelitian ini sejalan dengan eksperimen lain yang menunjukkan bahwa senyawa dalam kopi dapat diubah oleh mikrobioma usus, sehingga memengaruhi jenis bakteri yang berkembang. Namun, belum ada bukti bahwa peningkatan jumlah bakteri tersebut dapat memperbaiki kesehatan, atau bahwa memulai minum kopi akan memberikan manfaat bagi orang yang sebelumnya menghindarinya.

Dengan demikian, studi ini tidak menegaskan kopi sebagai obat, melainkan menambahkan perspektif baru tentang bagaimana kebiasaan minum kopi setiap pagi dapat memengaruhi kondisi tubuh dari dalam.

Secara keseluruhan, temuan ini menyoroti hubungan kompleks antara minuman kopi, mikrobioma usus, dan metabolit darah. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami apakah perubahan mikrobioma ini berdampak positif atau negatif pada kesehatan manusia.

kopimikrobioma ususLawsonibacter asaccharolyticusasam quinickafeinmetabolit darahkonsumsi kopi

Komentar

Memuat komentar...