Kopi Vietnam: Sejarah Ca Phe Sua Da Kolonial Prancis Rasa
Gambar atau konten salah?
Jakarta, bagi traveler yang menyukai kafein, perjalanan ke Vietnam biasanya menghadirkan dua pilihan kopi di setiap kafe: kopi hitam atau kopi susu, disajikan panas atau dingin.
Menu di kafe biasanya menampilkan dua nama yang mudah diingat. Ca phe sua da secara harfiah berarti kopi + susu + es, sedangkan ca phe den nong berarti kopi + hitam + panas. Nama-nama ini sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya kopi di Vietnam.
Di Hanoi Train Street, ca phe sua da menjadi favorit di kalangan turis asing. Kopi tersebut diseduh menggunakan saringan phin dengan biji robusta berkualitas tinggi, lalu dicampur dengan susu kental manis. Susu kental manis memberikan rasa lembut yang menyeimbangkan pahit kopi robusta, sementara es batu membuat minuman tetap segar di tengah matahari terik.
Sejarah kopi Vietnam berakar pada masa kolonial Perancis, yang berlangsung dari 1883 hingga 1954. Saat penjajah menetap di sepanjang pantai, mereka membawa kecintaan terhadap kopi dan budaya kafe. Sejarah es kopi tradisional Vietnam dengan susu kental manis dapat ditelusuri kembali ke sekitar tahun 1850‑an.
Para misionaris dan orang Prancis di Vietnam menemukan cara menambahkan susu kental manis ke kopi robusta, menciptakan rasa yang lebih mudah diterima oleh masyarakat luas. Inovasi ini juga membantu menyeimbangkan rasa pahit kopi dengan manisnya susu.
Asal-usul bahan utama ca phe sua da, yaitu susu kental manis, bermula dari kebutuhan mengatasi keterbatasan produk susu di Asia Tenggara. Susu segar dari Prancis tidak dapat sampai ke Vietnam tanpa menjadi asam. Oleh karena itu, para pengusaha Prancis mengembangkan susu kental manis, yang memiliki masa simpan lebih lama berkat kandungan gula dan proses pengolahan.
Di Eropa, susu segar memiliki masa simpan singkat, sehingga pengangkutan dalam jumlah besar menjadi tidak praktis. Menghilangkan air dari susu sapi menghasilkan cairan kental dan sangat manis, yang dapat bertahan dalam perjalanan jauh dengan kapal laut dan disimpan selama bertahun‑tahun.
Inovasi susu kental manis ini menjadi kunci bagi keberhasilan kopi Vietnam. Tanpa susu kental, kopi robusta yang kuat akan terasa terlalu pahit bagi banyak orang. Dengan menambahkan susu, rasa menjadi lebih seimbang dan minuman menjadi lebih populer di kalangan wisatawan.
Hari Suroto, penulis yang bekerja di Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Utara, menulis tentang bagaimana sejarah kolonial dan inovasi susu kental manis membentuk identitas kopi Vietnam yang kini dikenal di seluruh dunia.
Keunikan kopi Vietnam, khususnya ca phe sua da, terletak pada kombinasi sederhana namun efektif antara kopi robusta, susu kental manis, dan es batu. Kombinasi ini tidak hanya menciptakan rasa yang khas, tetapi juga mencerminkan sejarah panjang interaksi budaya antara Vietnam dan Perancis.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Promo Akhir Juli: Tiket Trans Studio Cibubur Mulai Rp398 Ribu
Piala Dunia 2026 Gagal Tarik Lonjakan Wisatawan
'Timuran di Bekasi' Hadirkan Musik Santai dan Games Seru
Nemuru Ciawi Siapkan Paket Liburan Sekolah Anak
Bandara Husein Sastranegara Resmi Jadi Bandara Internasional
13 Terluka dalam Lari Banteng San Fermin
