Korea Batasan Ponsel Sekolah Dasar: 49% Siswa Pakai 2 Jam

Vera T. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 61 dibaca
Bisik.id
Korea Batasan Ponsel Sekolah Dasar: 49% Siswa Pakai 2 Jam

Gambar atau konten salah?

Di Korea Selatan, penggunaan smartphone di kalangan anak sekolah dasar menjadi sorotan serius. Menurut survei yang dilaksanakan pada 01 April 2026, 2.804 siswa di seluruh negeri dilaporkan menggunakan ponsel lebih dari dua jam setiap hari setelah jam sekolah.

Hasil survei tersebut menunjukkan 49,2 persen siswa kelas empat hingga enam menghabiskan lebih dari dua jam di ponsel setelah sekolah. Di antara siswa kelas enam, 16,5 persen melaporkan penggunaan lebih dari empat jam per hari.

Lebih dari 40 persen responden mengaku kesulitan berhenti menggunakan ponsel. Data juga mengungkapkan bahwa semakin tua, semakin sulit bagi anak untuk lepas dari perangkat tersebut.

Penggunaan berlebihan ini berdampak pada fokus belajar. Banyak siswa melaporkan penurunan konsentrasi di kelas, sering bertengkar dengan keluarga, serta gangguan penglihatan dan penurunan waktu tidur.

Oleh karena itu, pemerintah Korea menargetkan kontrol utama pada media sosial, yang dianggap sebagai pemicu utama kecanduan. Sebuah survei oleh Korea Press Foundation menemukan bahwa 48,8 persen remaja hampir selalu terhubung dengan media sosial.

Di Eropa, beberapa negara sudah melarang penggunaan ponsel di sekolah. Korea Selatan sedang mempertimbangkan langkah serupa. Menteri Pendidikan, Choi Kyo-jin, mengungkapkan keterbukaannya terhadap ide ponsel khusus yang hanya digunakan untuk pembelajaran. “Jika kita dapat mengembangkan ponsel pintar alternatif yang hanya digunakan untuk pembelajaran, itu akan menjadi pendekatan yang bermakna,” ujar Choi.

Sejak 01 Maret 2026, Korea Selatan telah menerapkan larangan penggunaan ponsel pintar selama jam pelajaran berdasarkan revisi Undang-Undang Pendidikan Dasar dan Menengah. Saat ini, tujuh rancangan undang-undang yang bertujuan membatasi atau mengurangi fungsi media sosial bagi anak di bawah umur sedang menunggu persetujuan di Majelis Nasional.

Namun, kebijakan ini menuai pro dan kontra. Kritik menyebut regulasi yang ketat dapat menghambat kemampuan anak mengembangkan literasi digital. Beberapa pihak juga berpendapat bahwa tidak adil menempatkan batasan lebih ketat pada anak ketika orang dewasa juga mengalami ketergantungan ponsel.

Choi tetap terbuka terhadap saran. Ia menekankan pentingnya pemahaman bersama antara siswa, orang tua, guru, masyarakat luas, dan kantor pendidikan regional. “Setelah pemahaman bersama terbentuk di antara siswa, orang tua, guru, masyarakat luas, dan kantor pendidikan regional yang bertanggung jawab untuk membimbing anak-anak, kita dapat bergerak maju dengan peta jalan kebijakan yang terperinci,” tutupnya.

Secara keseluruhan, upaya Korea Selatan untuk mengendalikan penggunaan ponsel di kalangan anak sekolah dasar menyoroti tantangan modern dalam pendidikan. Kebijakan yang sedang dipertimbangkan mencerminkan kebutuhan untuk menyeimbangkan manfaat teknologi dengan dampak kesehatan dan sosial bagi generasi muda.

smartphone anak sekolah dasarKorea Selatanmedia sosialregulasi ponselkesehatan anakpendidikan digitalliterasi digital

Komentar

Memuat komentar...