Korupsi di Irak: US$20 Juta Disembunyikan dalam Galon Air
Gambar atau konten salah?
Petugas antikorupsi di Irak menemukan sesuatu yang tidak biasa saat menggeledah rumah seorang mantan pejabat tinggi. Uang hasil korupsi, dalam jumlah besar, ternyata disembunyikan di dalam galon air minum.
Kasus ini menimpa Adnan Al-Jumaili, yang pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Perminyakan Bidang Pengolahan. Penyelidikan terhadapnya adalah bagian dari operasi besar-besaran pemerintah Irak yang diberi nama 'Solat al-Fajr'. Operasi ini juga dibarengi dengan perubahan aturan hukum, sehingga proses penangkapan dan pemeriksaan tersangka bisa berjalan lebih lancar.
Dari penggeledahan di kediaman Al-Jumaili di kota Tikrit, Provinsi Salahuddin, penyidik menyita 11 galon air. Isinya bukan air, melainkan uang dolar AS. Jumlah pastinya tidak disebutkan oleh pihak berwenang setempat.
Namun, menurut laporan dari kantor berita Anadolu Ajansi, total uang yang tersimpan di dalam galon-galon itu mencapai US$ 20 juta. Jika dikonversi dengan kurs sekitar Rp 17.998 per dolar AS, nilainya mencapai Rp 359,96 miliar. Bukan hanya uang tunai, aparat juga menemukan dan menyita sekitar 5 kilogram perhiasan emas dari rumah mantan wamen tersebut.
"Uang tersebut ditemukan dalam galon air plastik yang disembunyikan di dalam rumah terdakwa di Tikrit," demikian pernyataan dari Supreme Judicial Council (SJC) Irak, seperti dikutip dari Anadolu Ajansi.
Penyelidikan tidak berhenti di situ. Seorang hakim investigasi dari Pengadilan Kriminal Pusat Irak untuk Pemberantasan Korupsi kemudian memerintahkan penyitaan tambahan. Nilainya cukup besar: 25 miliar dinar Irak (setara sekitar US$ 19 juta) dan US$ 1 juta dalam bentuk uang tunai.
Jika semua temuan digabungkan, total aset yang sudah disita dalam kasus Adnan Al-Jumaili menjadi sangat fantastis. Angkanya mencapai 127 miliar dinar Irak (sekitar US$ 97 juta) dan US$ 24 juta dalam bentuk uang tunai. Itu semua belum termasuk properti, kendaraan, dan emas yang juga ikut disita.
SJC Irak menegaskan bahwa penyelidikan masih terus berjalan. Pihak berwenang masih memburu tersangka-tersangka lain. "Penyelidikan masih berlangsung dan pihak berwenang terus mengejar tersangka lain hingga semua prosedur hukum selesai," kata SJC Irak.
Kasus ini menunjukkan betapa besar skala korupsi yang terjadi di sektor minyak Irak. Uang negara yang seharusnya digunakan untuk kesejahteraan rakyat, justru disembunyikan di tempat yang tidak terduga, seperti galon air minum. Operasi 'Solat al-Fajr' sendiri merupakan upaya serius pemerintah Irak untuk membersihkan institusi negara dari praktik korupsi yang sudah mengakar.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Anggaran Minim, Target Bendungan Rampung 2027 Meleset
IHSG Merosot 1,11% Usai S&P Peringatkan Status Emerging Market
Sopir Tangki Elpiji Kedapatan Merokok, Dipecat
Mattel Indonesia Gunakan Platform BZone untuk Kelola Logistik
Rupiah Tembus Rp 18.005 per Dolar AS, Terlemah Tahun Ini
Petugas Bea Cukai Tewas Saat Tugas di Perairan Siak
Berita Terbaru
Korupsi di Irak: US$20 Juta Disembunyikan dalam Galon Air
Ridwan Kamil Ajukan Adopsi Arkana ke PA Bandung
McLaren Miliaran Hancur, Andra ST Selamat
Titik Sulit Cari Kontrakan Usai Viral Marah ke Wakil Wali Kota
Lelang Innova Bekas DPR: Mulai Rp92 Juta, Kondisi Rusak Berat
Tiga Megabintang, Tiga Tangis Berbeda di Piala Dunia
Balogun Datangi Pelatih Belgia Usai AS Tersingkir
Wasit Dizalimi? Zico: Gol Mesir Dianulir!