Kota Terbaik Umur Panjang: Bergen, Canberra, Nantes Unggul

Lia N. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 123 dibaca
Bisik.id
Kota Terbaik Umur Panjang: Bergen, Canberra, Nantes Unggul

Gambar atau konten salah?

Blue zone adalah istilah yang dipakai untuk wilayah dengan harapan hidup tinggi. Banyak penduduknya bahkan mencapai usia seratus tahun. Pada 01 Maret 2026, sebuah studi terbaru dari World Depopulation mengungkap daftar kota dan negara dengan peluang hidup panjang terbaik di dunia.

Penelitian itu menelaah satu ratus kota. Metode analisisnya mencakup kualitas hidup, kondisi lingkungan, dan indikator kesehatan seperti harapan hidup, tingkat merokok, obesitas, keamanan pangan, serta aktivitas fisik lansia. Hasilnya, kota-kota di Eropa dan Australia mendominasi daftar.

Norwegia menjadi yang teratas lewat kota Bergen. Skor indeks umur panjangnya mencapai 88,87, nilai tertinggi dalam studi. Penduduk Bergen rata-rata berusia hampir 84 tahun. Faktor utama di sini adalah akses layanan kesehatan yang baik, tingkat merokok rendah, dan kualitas lingkungan tinggi.

Australia berada di posisi kedua melalui kota Canberra. Harapan hidup di sana di atas 84 tahun. Sistem kesehatan dan infrastruktur yang kuat menjadi kunci. Prancis juga menonjol. Kota-kota seperti Nantes dan Grenoble masuk peringkat atas berkat pola makan sehat, kualitas pangan tinggi, dan tingkat obesitas rendah.

Swiss masuk lima besar lewat kota Bern. Negara ini unggul dalam standar keamanan pangan, kualitas layanan kesehatan, dan tingkat aktivitas fisik lansia yang tinggi.

Berikut daftar negara yang dikenal memiliki populasi usia panjang mendekati atau mencapai seratus tahun:

Negara-negara tersebut memiliki sistem kesehatan kuat, pola makan seimbang, serta lingkungan yang mendukung aktivitas fisik. Amerika Serikat, sebaliknya, tertinggal. Kota-kota di AS tidak masuk dalam jajaran teratas. Bahkan kota kaya seperti San Jose hanya berada di peringkat ke-37.

Peneliti menyebut tingginya angka obesitas dan sistem kesehatan menjadi faktor penghambat utama umur panjang di negara tersebut. “Satu hal yang tidak mengejutkan kami adalah betapa buruknya performa kota-kota di Amerika,” sorot salah satu peneliti. “Masalahnya adalah konteks nasional yang lebih luas. Warga Amerika memiliki tingkat obesitas 42 persen dan harapan hidup yang jauh lebih pendek dibandingkan warga Eropa atau Australia. Bahkan jika Anda tinggal di kota paling sehat di Amerika, Anda tetap menjadi bagian dari budaya makanan dan sistem kesehatan yang membuat hidup melewati usia 80 atau 90 tahun jauh lebih sulit dibandingkan di Eropa.”

Studi ini menegaskan bahwa umur panjang bukan hanya soal pilihan gaya hidup, tetapi juga faktor struktural. Negara dengan populasi panjang umur umumnya memiliki investasi besar dalam layanan kesehatan publik, regulasi pangan, serta lingkungan yang mendukung aktivitas fisik. “Bergen tidak berada di puncak daftar ini karena warganya sangat disiplin, melainkan karena kota dan negaranya membuat hidup sehat menjadi lebih mudah dilakukan dibandingkan tidak,” tambah peneliti.

Intinya, peluang hidup hingga seratus tahun tidak semata-mata hasil keputusan pribadi. Faktor tempat tinggal dan sistem yang mendukung kualitas hidup masyarakat juga berperan penting. Dengan memperhatikan kualitas layanan kesehatan, regulasi pangan, dan lingkungan, peluang umur panjang dapat meningkat secara signifikan.

Blue zoneharapan hidupkualitas hidupobesitaslayanan kesehatanNorwegiaAmerika Serikat

Komentar

Memuat komentar...