KSPSI Tinjau Museum Marsinah; Prabowo Harap Meresmikan
Gambar atau konten salah?
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea meninjau Museum Marsinah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk pada Senin, 11 Mei 2026. Rencana resmi peresmian diharapkan dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam waktu dekat.
Peninjauan tersebut dilaksanakan pada sore hari, disertai Wakapolda Jatim Brigjen Pasma Royce, Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan, dan jajaran KSPSI AGN Jawa Timur. Andi Gani menjelaskan bahwa pembangunan museum tidak hanya diinisiasi oleh dirinya, melainkan juga mendapat dukungan besar dari Ketua Dewan Penasihat KSPSI Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan keluarga besar Pahlawan Nasional Marsinah.
Menurutnya, museum tersebut memiliki nilai strategis dalam menjaga dan mengenang perjuangan Marsinah sebagai simbol keberanian buruh melawan kesewenang-wenangan perusahaan PT Catur Putra Surya pada masanya. Andi Gani menambahkan, “KSPSI memiliki hubungan historis dengan Ibu Marsinah, karena beliau merupakan anggota SPSI di PT Catur Putra Surya. Selain itu, beliau dikenal sebagai negosiator ulung dalam memperjuangkan hak-hak buruh,” jelasnya pada Selasa, 12 Mei 2026.
Selanjutnya, Andi Gani menguraikan rangkaian acara peresmian. Acara akan dimulai dengan ziarah dan tabur bunga di makam Pahlawan Nasional Ibu Marsinah oleh Presiden Prabowo Subianto, Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, serta keluarga Marsinah.
Setelah ziarah, Presiden Prabowo akan langsung menuju Museum Marsinah yang terletak sekitar 800 meter dari makam untuk melakukan peresmian sekaligus peninjauan museum. Ia juga akan meninjau Monumen Patung Pahlawan Nasional Marsinah dan melihat pelaku UMKM milik para buruh di kawasan tersebut.
Prabowo sebelumnya berjanji akan meresmikan museum ini pada peringatan May Day 2026 di Monas. Ia menyatakan, “Peresmian akan dilakukan di bulan Mei ini bersamaan dengan rangkaian peringatan May Day 2026.”
Museum Marsinah dibangun di atas lahan seluas 76×12,35 meter atau 938,6 meter persegi. Kompleks terdiri dari dua bangunan, yakni Museum Marsinah dan Rumah Singgah.
Dengan langkah ini, KSPSI dan pemerintah menegaskan komitmen terhadap pengakuan sejarah perjuangan buruh. Museum ini akan menjadi tempat bagi generasi mendatang untuk mengenang jasa Marsinah dan memperkuat nilai solidaritas pekerja.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Aturan MPLS 2026: Lima Hari Tanpa Perpeloncoan
5 Kopi Murah Jakarta untuk Pekerja Kantoran
FBI Selidiki AFA, Dana Rp 5,5 Triliun
Siswa MTsN 1 Pati Borong Prestasi di Liburan Sekolah
Wisatawan Masuk Lewat Jalur Tikus, Target Retribusi Rp132 Miliar Terancam
Pemerintah Targetkan 150.000 Peserta MagangHub 2026
