Kualitas Udara Eropa Turun 2025, Hanya 14% Kota Aman
Gambar atau konten salah?
IQAir mengungkapkan bahwa kualitas udara di Eropa mengalami penurunan sepanjang tahun 2025. Hanya sedikit negara di kawasan ini yang masih memenuhi standar kesehatan.
Di tingkat global, hanya 14% kota yang berada di bawah ambang batas kesehatan. Angka ini turun dari 17% pada tahun sebelumnya, menandakan tren penurunan kualitas udara di berbagai belahan dunia, termasuk Eropa.
Salah satu penyebab utama memperparah kondisi di Eropa adalah kebakaran hutan besar yang melanda wilayah Uni Eropa. Puncaknya terjadi pada Agustus, mengakibatkan kerusakan hutan, permukiman, dan peningkatan polusi udara. Cuaca ekstrem seperti gelombang panas, banjir, dan kekeringan memperburuk dampak tersebut.
Menurut standar World Health Organization, batas aman partikel halus PM2.5 adalah 5 mikrogram per meter kubik. Saat ini, hanya tiga negara—Andorra, Estonia, dan Islandia—yang masih berada di bawah batas tersebut.
Selama 2025, 23 negara di Eropa mencatat kenaikan kadar PM2.5 tahunan. Lonjakan lebih dari 30% terjadi di Swiss dan Yunani. Peningkatan ini dipicu oleh asap kebakaran hutan dari Amerika Utara serta debu yang terbawa dari Gurun Sahara.
Berbeda dengan negara-negara lain, Malta mencatat penurunan polusi terbesar, hampir 24%. Penurunan tersebut dikaitkan dengan kebijakan transisi energi dan pengendalian emisi kendaraan.
Dalam pemantauan kualitas udara secara langsung, beberapa kota besar Eropa juga masuk daftar kota paling tercemar di dunia. Paris tercatat berada di lima besar, sementara London masuk 10 besar. Layanan Pemantauan Atmosfer Copernicus Uni Eropa sebelumnya juga memperingatkan tingginya polusi PM2.5 di kawasan ini.
Beberapa faktor penyebab polusi meliputi emisi amonia dari sektor pertanian, peningkatan serbuk sari, serta kondisi cuaca yang stagnan. Selain itu, polusi dari pembakaran bahan bakar fosil, terutama di kawasan Eropa Timur dan Balkan, masih menjadi kontributor utama buruknya kualitas udara.
Beberapa negara seperti Jerman, Prancis, Belanda, Belgia, Inggris, dan Irlandia diperkirakan akan terdampak dalam beberapa hari ke depan. Kondisi ini menunjukkan bahwa polusi udara masih menjadi tantangan besar di Eropa, meski berbagai upaya perbaikan terus dilakukan.
Secara keseluruhan, laporan ini menegaskan bahwa meskipun ada upaya mitigasi, kualitas udara di Eropa masih menurun, menuntut perhatian berkelanjutan dari pemerintah dan masyarakat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Promo Akhir Juli: Tiket Trans Studio Cibubur Mulai Rp398 Ribu
Piala Dunia 2026 Gagal Tarik Lonjakan Wisatawan
'Timuran di Bekasi' Hadirkan Musik Santai dan Games Seru
Nemuru Ciawi Siapkan Paket Liburan Sekolah Anak
Bandara Husein Sastranegara Resmi Jadi Bandara Internasional
13 Terluka dalam Lari Banteng San Fermin
