Kubur Tebing Binuanga: Tradisi Penguburan di Batu Andesit

Putri N. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 83 dibaca
Bisik.id
Kubur Tebing Binuanga: Tradisi Penguburan di Batu Andesit

Gambar atau konten salah?

Boolang Mongondow, Sulawesi Utara, menyimpan tradisi penguburan di tebing batu yang tidak hanya dikenal di Toraja. Sejarah mencatat bahwa budaya ini pernah ada di wilayah ini.

Para wisatawan dapat mengunjungi Kubur tebing Situs Binuanga yang terletak di Desa Toraut, Kecamatan Dumoga Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow. Situs ini berada di dalam Situs prasejarah yang berada di kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone.

Kubur tebing Binuanga berada di tebing batuan andesit di tepi Sungai Binuanga. Masyarakat Toraut sering menyebutnya batu berkamar karena bentuknya menyerupai kamar di tebing batu.

Untuk mencapai situs arkeologi ini, pengunjung dapat naik sepeda motor atau mobil selama sekitar dua jam dari Kota Kotamobagu, lalu berjalan kaki selama tiga jam. Trekkingnya melewati kebun, mengikuti jalan tanah, menyeberangi Sungai Kosinggolan, dan melanjutkan di jalan setapak di dalam taman nasional. Kubur tebing ini tepat di tepi Sungai Binuanga, sehingga dinamai kubur tebing Binuanga.

Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Utara melakukan pemutakhiran data pada April 2026. Hasilnya, dinding tebing sebagian tertutup oleh tumbuhan rambat dan pakis, sehingga hanya sedikit sisi dinding yang masih terlihat.

Di dinding tebing terlihat 17 rongga pahatan untuk menyimpan mayat, sebagian besar berbentuk persegi panjang. Panjang rongga pahatan umumnya di atas 200 cm, bahkan ada yang mendekati 300 cm. Tinggi rongga pahatan makam berkisar antara 50‑100 cm, sedangkan kedalaman bervariasi hingga yang terdalam mencapai 130 cm.

Di masa prasejarah, budaya menguburkan mayat di tempat tinggi di dalam rongga pahatan tebing merupakan bentuk penghormatan dan kepercayaan akan kehidupan setelah mati. Hal ini juga dimaksudkan sebagai pemberian tempat tinggal bagi arwah orang yang meninggal di alam arwah.

Artikel ini ditulis oleh Hari Suroto, penulis yang bekerja di Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Utara.

Tempat ini menunjukkan bahwa tradisi penguburan di tebing tidak eksklusif bagi satu daerah saja. Kubur tebing Binuanga, dengan ukuran rongga yang besar dan akses yang menantang, menegaskan keberagaman praktik budaya di Indonesia.

Kubur tebing BinuangaBolaang MongondowTaman Nasional Bogani Nani Wartabonetradisi penguburan tebing batusitus arkeologiSungai Binuangabudaya TorajaBalai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Utara

Komentar

Memuat komentar...