Kucing Tak Jadi Shio: Cerita Perlombaan dan Sejarah Baru

Wati N. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 96 dibaca
Bisik.id
Kucing Tak Jadi Shio: Cerita Perlombaan dan Sejarah Baru

Gambar atau konten salah?

Di dalam sistem penanggalan Tionghoa, setiap tahun diwakili oleh satu dari 12 shio. Shio ini muncul dalam siklus 12‑tahun yang masih dipakai hingga kini. Meski kucing seringkali menjadi hewan yang dekat dengan manusia, namanya tidak pernah masuk dalam daftar shio. Banyak orang bertanya, bagaimana kucing bisa hilang dari urutan ini?

Menurut legenda, Kaisar Giok—yang juga dikenal sebagai Raja Langit—mengadakan perlombaan untuk menentukan hewan‑hewan yang akan menjadi lambang tahun. Perlombaan tersebut diadakan di tepi sungai, dan para peserta harus menyeberanginya secepat mungkin. Siapa yang tiba pertama akan menjadi shio pertama, dan urutan kedatangan akan menentukan posisi masing‑masing dalam siklus.

Para hewan yang berpartisipasi meliputi tikus, kerbau, macan, kelinci, naga, ular, kuda, kambing, monyet, ayam, anjing, dan babi. Ketika lomba dimulai, tikus berhasil memanfaatkan kecerdikan dengan menumpang di punggung kerbau, melompat lebih dulu, dan menempati posisi pertama. Kerbau, yang dikenal pekerja keras, langsung menempati posisi kedua. Urutan berikutnya mengikuti macan, kelinci, naga, ular, kuda, kambing, monyet, ayam, anjing, dan babi.

Di antara semua peserta, kucing juga mendaftar. Pada awal perlombaan, kucing dan tikus tampak bersahabat dan bersepakat berangkat bersama. Namun, pada hari yang ditentukan, kucing tertidur dan tidak bangun tepat waktu. Ada versi cerita yang mengatakan tikus sengaja tidak membangunkan kucing agar tidak ada pesaing, sementara versi lain menyebut tikus lupa membangunkannya. Akibatnya, kucing terlambat dan tidak bisa menempuh garis akhir. Sejak saat itu, kucing tidak pernah terpilih sebagai shio.

Selain legenda, ada penjelasan historis. Beberapa sumber menyebut bahwa kucing bukan hewan asli di Tiongkok. Kucing kemungkinan baru dikenal luas melalui jalur perdagangan pada masa Dinasti Han (57‑75 SM), sekitar seribu tahun setelah sistem shio pertama kali terbentuk. Karena penanggalan shio sudah ada sebelumnya, daftar 12 hewan tidak pernah diubah. Inilah alasan utama mengapa kucing tidak pernah dimasukkan.

Walaupun tidak masuk dalam shio, kucing tetap memiliki peran penting dalam budaya Tionghoa. Di banyak kepercayaan, kucing dianggap simbol keberuntungan dan pelindung dari energi buruk. Kucing sering muncul dalam cerita rakyat dan seni, menunjukkan betapa kuatnya hubungan manusia dengan hewan ini.

Secara keseluruhan, ketiadaan kucing dalam daftar shio berasal dari kombinasi legenda perlombaan Kaisar Giok dan fakta sejarah tentang kedatangan kucing di Tiongkok. Meskipun tidak menjadi lambang tahun, kucing tetap dihargai sebagai simbol keberuntungan dalam budaya Tionghoa.

ShioKucingLegendaKaisar GiokDinasti HanKeberuntunganHewan asli

Komentar

Memuat komentar...