Labuan Bajo Fokus Penguatan Asuransi Pariwisata 2026 Kabupaten

Sari D. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 115 dibaca
Bisik.id
Labuan Bajo Fokus Penguatan Asuransi Pariwisata 2026 Kabupaten

Gambar atau konten salah?

Keamanan dan keselamatan masih menjadi tantangan utama bagi industri pariwisata Indonesia, meski keduanya merupakan dasar penting bagi daya saing destinasi nasional.

Menurut Travel & Tourism Development Index (TTDI) 2024, Indonesia masih berada di posisi ke‑54 dalam hal safety and security. Tambahan lagi, angka kecelakaan pariwisata meningkat sebesar 28,57 % pada tahun 2025. Data ini menunjukkan bahwa banyak wisatawan masih menghadapi risiko yang belum sepenuhnya terkelola.

Labuan Bajo, salah satu destinasi prioritas, mencatat lonjakan kunjungan wisatawan. Pada tahun 2021, kunjungan mencapai 60.439 orang, lalu melonjak menjadi 476.566 orang pada tahun 2025. Pertumbuhan ini menegaskan perlunya penguatan tata kelola risiko yang terintegrasi agar pariwisata tetap aman, berkualitas, dan berkelanjutan.

Menanggapi situasi ini, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bekerja sama dengan PT Jasaraharja Putera mengadakan Focus Group Discussion (FGD) Pilot Project Labuan Bajo bertema Penguatan Tata Kelola Risiko melalui Pengembangan Ekosistem Asuransi Pariwisata untuk Membangun Pariwisata Berkualitas dan Berkelanjutan di Labuan Bajo. Kegiatan ini berlangsung di Golo Mori Convention Center, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Forum ini bertujuan merumuskan model pengelolaan risiko pariwisata yang terintegrasi dan dapat direplikasi di tingkat nasional. Peserta membahas kondisi eksisting Labuan Bajo, tantangan perlindungan risiko, serta peluang pengembangan skema asuransi yang adaptif dan inklusif.

Deputi Bidang Koordinasi Industri, Ketenagakerjaan, dan Pariwisata Kemenko Perekonomian, Dida Gardera, menegaskan bahwa pengembangan ekosistem asuransi pariwisata merupakan langkah konkret. Ia menyebutnya sebagai “pengejawantahan amanah UU Kepariwisataan serta Peraturan Menteri Pariwisata Nomor 6 Tahun 2025 yang memberikan klasifikasi usaha berdasarkan berbagai tingkatan risiko.” Pemerintah menaruh perhatian mendalam terhadap penciptaan keamanan dan kenyamanan wisata.

“Sinergi antara pemerintah, industri, dan otoritas setempat di Labuan Bajo menjadi prasyarat terciptanya upaya inklusif untuk memastikan wisata yang aman dan berkualitas di Labuan Bajo,” ujar Dida dalam keterangannya, 22 April 2026.

Direktur Utama PT Jasaraharja Putera, Abdul Haris, menyatakan kesiapan perusahaan untuk memperkuat literasi risiko bagi pelaku industri dan mengembangkan produk asuransi yang adaptif sesuai karakteristik destinasi. Ia menambahkan, “Dengan semangat melayani sepenuh hati, kami berkomitmen menghadirkan perlindungan yang tidak hanya komprehensif, tetapi juga memberikan rasa aman dan kepercayaan bagi masyarakat dan wisatawan.”

Selama acara, ditandatanganinya Memorandum of Understanding (MoU) dan Penandatanganan Kerja Sama (PKS) antara PT Jasaraharja Putera dan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat. Penandatanganan dilakukan langsung oleh Abdul Haris dan Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, Fransiskus Sales Sodo.

MoU ini menegaskan komitmen bersama untuk menghadirkan solusi perlindungan yang komprehensif, khususnya di sektor pariwisata. Fokusnya adalah memperkuat pengelolaan risiko dan menyediakan perlindungan asuransi public liability yang menyeluruh.

FGD ini diharapkan menghasilkan rekomendasi yang akan dituangkan dalam regulasi, memperkuat tata kelola risiko melalui pengembangan skema asuransi inklusif. Dampak positif diharapkan dirasakan oleh semua lapisan masyarakat, termasuk pelaku usaha wisata, perbankan, dan wisatawan. Labuan Bajo diharapkan menjadi pilot project yang dapat direplikasi di destinasi prioritas lainnya.

Dengan langkah-langkah ini, Indonesia menandai upaya konkret untuk meningkatkan keamanan dan kualitas pariwisata, sekaligus menanggapi pertumbuhan kunjungan yang signifikan di Labuan Bajo.

Keamanan PariwisataLabuan BajoAsuransi PariwisataTata Kelola RisikoFGD Pilot ProjectMoUPertumbuhan Kunjungan

Komentar

Memuat komentar...