Lagu 'Jan Sampai Manaruah Dandam' Menembus 22 Jutaan Lihat
Gambar atau konten salah?
Silva Hayati, penyanyi Minang, telah merilis lagu berjudul Jan Sampai Manaruah Dandam pada 28 Juni 2024 melalui video musik di kanal YouTube Dubai MusicLine.
Cipta lagu ini berasal dari komposer legendaris Erwin Agam. Lagu ini dikenal karena liriknya yang mendalam dan mampu menguras emosi pendengar. Sejak dirilis, video musiknya telah ditonton lebih dari 22 juta kali.
Salah satu potongan lirik yang paling terngiang-ngiang adalah Mangko Denai Pai Majauah.
Mangko denai pai majauah
Untuang taubek ibo hati
Lidah tuan tajam mambunuah
Kok siko juo amuah den mati
Lidah tuan tajam mambunuah
Kok siko juo amuah den mati
Denai indak yo ka mamintak
Tapi tuan lah buruak sangko
Lah den cubo tahan taragak
Nan dunsanak den takana juo
Lah den cubo tahan taragak
Nan dunsanak den takana juo
Indak ka denai putuihkan yo tali badunsanak
Walau tuan maraso denai ko ndak baguno
Bialah denai bujuak hati jan sampai manaruah dandam
Walaupunlah di lukoi
Kok kareh tamparan tuan bialah denai tahan
Indak ka denai baleh walau padiah taraso
Pado dunsanak nan den lawan bak mancabiak baju di badan
Nan ka malu kito juo
Denai indak yo ka mamintak
Tapi tuan lah buruak sangko
Lah den cubo tahan taragak
Nan dunsanak den takana juo
Lah den cubo tahan taragak
Nan dunsanak den takana juo
Indak ka denai putuihkan yo tali badunsanak
Walau tuan maraso denai ko ndak baguno
Bialah denai bujuak hati jan sampai manaruah dandam
Walaupunlah di lukoi
Kok kareh tamparan tuan bialah denai tahan
Indak ka denai baleh walau padiah taraso
Pado dunsanak nan den lawan bak mancabiak baju di badan
Nan ka malu kito juo
Karena itu aku pergi menjauh
Berharap terobati sedih hati
Lidahmu tajam membunuh Jika tetap di sini aku yang mati
Lidahmu tajam membunuh Jika tetap di sini aku yang mati
Aku tidak meminta
Tapi kamu sudah berburuk sangka
Sudah ku coba menahan rindu
Namanya saudara membuatku teringat juga
Sudah ku coba menahan rindu
Namanya saudara membuatku teringat juga
Tidak akan aku putuskan tali persaudaraan
Walau kamu merasa aku tiada berguna
Biarlah aku membujuk hati jangan sampai menyimpan dendam
Walaupun sudah dilukai
Bila keras tamparanmu biarlah ku tahan
Tidak akan aku balas walau perih terasa
Daripada melawan saudara seperti menyobek baju di badan
Yang akan malu kita jua
Aku tidak meminta
Tapi kamu sudah berburuk sangka
Sudah ku coba menahan rindu
Namanya saudara membuatku teringat juga
Sudah ku coba menahan rindu
Namanya saudara membuatku teringat juga
Tidak akan aku putuskan tali persaudaraan
Walau kamu merasa aku tiada berguna
Biarlah aku membujuk hati jangan sampai menyimpan dendam
Walaupun sudah dilukai
Bila keras tamparanmu biarlah ku tahan
Tidak akan aku balas walau perih terasa
Daripada melawan saudara seperti menyobek baju di badan
Yang akan malu kita jua
Arti lagu Minang “Jan Sampai Manaruah Dandam” mengisahkan tentang konflik emosional dalam hubungan persaudaraan (tali badunsanak). Lagu ini menceritakan sudut pandang seseorang yang memilih untuk mengalah dan pergi merantau menjauh demi menghindari pertengkaran yang lebih besar dengan saudaranya sendiri. Meskipun hatinya terluka akibat kata-kata yang tajam dan prasangka buruk, ia bertekad kuat untuk menahan diri agar tidak menyimpan dendam. Dalam falsafah Minangkabau, melawan saudara sendiri digambarkan seperti pepatah “bak mancabiak baju di badan” (seperti merobek baju di badan sendiri), yang artinya jika pertikaian keluarga diumbar, maka yang akan menanggung malu adalah seluruh keluarga itu sendiri. Nah, itulah lirik lagu, terjemahan, beserta makna mendalam dari lagu Minang “Jan Sampai Manaruah Dandam” yang dibawakan oleh Silva Hayati. Semoga lirik dan arti lagu di atas bisa membantu pendengar menyanyikannya dengan lebih penuh penghayatan.
Arti lagu Minang “Jan Sampai Manaruah Dandam” mengisahkan tentang konflik emosional dalam hubungan persaudaraan (tali badunsanak). Lagu ini menceritakan sudut pandang seseorang yang memilih untuk mengalah dan pergi merantau menjauh demi menghindari pertengkaran yang lebih besar dengan saudaranya sendiri. Meskipun hatinya terluka akibat kata-kata yang tajam dan prasangka buruk, ia bertekad kuat untuk menahan diri agar tidak menyimpan dendam. Dalam falsafah Minangkabau, melawan saudara sendiri digambarkan seperti pepatah “bak mancabiak baju di badan” (seperti merobek baju di badan sendiri), yang artinya jika pertikaian keluarga diumbar, maka yang akan menanggung malu adalah seluruh keluarga itu sendiri. Nah, itulah lirik lagu, terjemahan, beserta makna mendalam dari lagu Minang “Jan Sampai Manaruah Dandam” yang dibawakan oleh Silva Hayati. Semoga lirik dan arti lagu di atas bisa membantu pendengar menyanyikannya dengan lebih penuh penghayatan.
Dengan lirik yang penuh emosi, lagu ini menonjolkan nilai persaudaraan dan pengampunan dalam budaya Minangkabau. Pendengar dapat merasakan kedalaman perasaan yang diungkapkan, sekaligus memahami pesan moral tentang pentingnya menjaga hubungan keluarga.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gelombang Panas Belanda Tewaskan 900 Orang, Prancis Terbakar
Kuasa Hukum Sarwendah Bantah Tuduhan Eksploitasi Anak
Pelabuhan Roro Gunungsitoli Disiapkan Jadi Pusat Logistik Nias
Kerajaan Dukung Penuh Timnas Usai Kalah di Semifinal
Gempa M3,4 Guncang Pidie Jaya, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Sergai Bangun Mal Pelayanan Publik Rp6,2 Miliar Tahun Ini
