Lagu Viral 'Mas Bahlil Ganteng' Bikin Golkar Senang
Gambar atau konten salah?
Media sosial di Indonesia dipenuhi dengan lagu berjudul Mas Bahlil Ganteng, yang menargetkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia. Lagu ini muncul di berbagai unggahan Instagram dan TikTok, dan menjadi bahan perbincangan warganet.
Liriknya mengandung kalimat: MBG: Mas Bahlil Ganteng, buah apa yang paling manis buaahhlil, tambah ganteng aja, my little bolu ketan, yang diikuti oleh banyak netizen yang membuat video dengan suara tersebut. Menurut sumber, lirik ini dibentuk dari kumpulan komentar netizen yang kemudian dirangkai menjadi sebuah lagu.
Menanggapi viralnya lagu itu, Sekretaris Jenderal Partai Golkar Muhammad Sarmuji mengangkat bicara. Ia menyatakan bahwa pihaknya tidak mempermasalahkan lagu tersebut menjadi viral. Menurutnya, lagu yang ditujukan kepada Bahlil itu justru dianggap menghibur. “Lagunya sendiri cukup ‘cute’ dan menghibur. Bagi kami kalau rakyat senang, Golkar juga senang. Nggak masalah. Kalau orang lain happy, kita happy,” ujar Sarmuji.
Sarmuji menilai kemunculan lagu tersebut merupakan bentuk kreativitas netizen. Ia juga menyoroti bahwa masyarakat menghargai kerja keras Bahlil dalam menjaga pasokan BBM di tengah ketidakpastian energi global. “Ya itu kreativitas netizen saja karena menghargai kerja keras Pak Bahlil mengamankan stok BBM di tengah gejolak energi global dan menjaga agar BBM bersubsidi tidak naik,” tambahnya.
Selain itu, Sarmuji mengungkapkan masih banyak capaian Bahlil yang belum banyak terekspos ke publik. Ia mencontohkan sejumlah program, seperti peningkatan lifting minyak, penyediaan listrik desa hingga wilayah tertinggal, serta pengelolaan sumur minyak rakyat. “Sebenarnya masih banyak kerja Pak Bahlil yang tidak terpublikasi seperti capaian lifting, listrik desa sampai ke daerah tertinggal, sumur minyak rakyat dan lain-lain,” jelasnya.
Viralnya lagu ini menunjukkan bagaimana netizen dapat menciptakan konten ringan sekaligus menyoroti pencapaian politik. Pada Kamis, 28 Mei 2026, lagu tersebut tetap menjadi topik hangat di kalangan pengguna media sosial.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gelombang Panas Belanda Tewaskan 900 Orang, Prancis Terbakar
Kuasa Hukum Sarwendah Bantah Tuduhan Eksploitasi Anak
Pelabuhan Roro Gunungsitoli Disiapkan Jadi Pusat Logistik Nias
Kerajaan Dukung Penuh Timnas Usai Kalah di Semifinal
Gempa M3,4 Guncang Pidie Jaya, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Sergai Bangun Mal Pelayanan Publik Rp6,2 Miliar Tahun Ini
