Lebaran Betawi di Lapangan Banteng: Suasana Sejuk dan Ramah

Agus P. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 77 dibaca
Bisik.id
Lebaran Betawi di Lapangan Banteng: Suasana Sejuk dan Ramah

Gambar atau konten salah?

Festival Lebaran Betawi masih berlangsung hari ini, menjadikannya acara yang tak boleh dilewatkan. Warga dan wisatawan dapat menikmati berbagai atraksi budaya khas Betawi di satu lokasi.

Acara ini berlangsung selama 3 hari, mulai 10 April 2026 hingga 12 April 2026. Seluruh kegiatan dipusatkan di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.

Pengunjung melaporkan bahwa suasana di Lapangan Banteng lebih ramah, nyaman, dan sejuk dibandingkan ketika festival digelar di Monas pada tahun sebelumnya. Pemandangan taman yang luas dan fasilitas yang lengkap membuat banyak orang merasa lebih tenang.

“Kalau libur kerja, bawa anak ke sini main‑main lah biar nggak jenuh, kasihan anak di rumah terus. Ya refreshing. Kebetulan saya tiap hari kerja lewat sini jadi tahu ada acara, makanya saya ajak anak,” ujar Adi Priyanto (48), salah satu pengunjung yang datang bersama anaknya.

Adi, yang keturunan Jawa dan beristri Betawi, mengatakan bahwa ia rutin menghadiri pameran budaya di Jakarta. Menurutnya, Lapangan Banteng lebih ideal untuk acara keluarga berskala besar seperti Lebaran Betawi. Ia menambahkan, “Wah, cocok (di Lapangan Banteng). Kalau Monas terlalu panas. Monas kan luas, jadi mau cari teduh tuh kayaknya agak jauh. Kalau di sini kan mau ngadem dekat sambil nunggu puncak acaranya. Parkir juga lebih gampang dan enak, sehari lima ribu, beda sama di IRTI Monas yang per jam.”

Pasangan suami istri, Agus Salam (65) dan Maliyah (60), juga antusias menghadiri festival. Mereka selalu menantikan acara Betawi untuk menikmati hiburan dan kuliner khas yang jarang ditemui di hari biasa.

“Semua tentang Betawi saya senang. Tanjidor, Lenong, itu semua saya menggemari. Betawi ada lucu‑lucunya saya senang. Daripada di rumah jenuh, cucu banyak bikin pusing, mending ke sini refreshing,” kata Agus, yang memiliki darah campuran Jawa‑Betawi.

Maliyah menambahkan, “Makan‑makanan Betawi kan jarang ya, kayak kerak telor. Kalau ada acara begini, saya pasti datang.”

Agus dan Maliyah juga menyoroti rimbunnya Lapangan Banteng yang membuat suasana lebih sejuk. Menurut mereka, berwisata budaya di sini jauh lebih ramah untuk pengunjung segala usia. “Di sini tempat istirahatnya lebih enak. Kalau Monas kan panas ya, susah tempat berteduh. Tahu sendiri kalau Lebaran Betawi cuacanya panas banget, kalau mau berteduh di Monas mesti keluar dulu, pas acara mulai jauh lagi jalannya,” ujar Maliyah.

Agus memuji suasana festival tahun ini yang terasa lebih ramai dan tertata. Ia berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mendukung pelestarian budaya lokal. “Sarannya buat Pemprov lebih bagus lagi dari sekarang. Sekarang segini sudah bagus, besok lebih bagus lagi acaranya. Budaya Betawi biar masih terus ada,” kata Agus.

Festival ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga destinasi wisata akhir pekan bagi warga Jakarta. Dengan fasilitas yang memadai, suasana yang nyaman, dan berbagai pertunjukan tradisional, Lebaran Betawi menjadi pilihan bagi banyak keluarga yang ingin melepas penat setelah Idulfitri.

Dengan semua elemen tersebut, festival ini berhasil mengundang ribuan pengunjung yang menikmati kebersamaan, hiburan, dan kuliner khas Betawi di tengah kota Jakarta.

Festival Lebaran BetawiLapangan BantengJakarta PusatBudaya BetawiTaman MonasKuliner BetawiWisata keluargaPemerintah DKI Jakarta

Komentar

Memuat komentar...