Lebaran: Coklat, Keju, Pedas Bikin Risiko GERD dan IBS
Gambar atau konten salah?
Lebaran dikenal dengan beragam makanan lezat, termasuk kue kering coklat dan keju. Namun, nikmatnya bisa berujung pada masalah kesehatan, seperti masuk Unit Gawat Darurat (UGD) seminggu setelah perayaan.
Penyebab utama adalah kambuhnya penyakit maag atau Gastroesophageal Reflux Disease (GERD). Pakar penyakit pencernaan dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Prof Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, menjelaskan bahwa coklat dan keju dapat melemahkan klep kerongkongan, atau low esophageal sphincter, sehingga memicu refluks.
“Sehingga, mendorong terjadinya reflux. Oleh karena itu, saya ingatkan kurangi coklat dan keju ya agar kita terhindar dari GERD,” kata Prof Ari dikutip dari akun Instagram atas izin yang bersangkutan, Minggu (29 Maret 2026).
Untuk pasien yang sudah mengalami serangan akut GERD, ia menyarankan berobat ke IGD dan meminta dokter tambahan obat anti asam lambung beberapa hari ke depan.
Prof Ari juga menyinggung risiko diare setelah Lebaran. Makanan yang dikonsumsi seminggu setelahnya seringkali pedas-pedas, padahal selama satu bulan terakhir sudah dihindari.
“Dalam beberapa hari pertama di Bulan Syawal ini mulailah kita mengonsumsi makanan yang pedas-pedas dan ini akan merangsang terjadinya diare,” sambung dia.
Dia menambahkan bahwa kondisi ini sering disebut Irritable Bowel Syndrome (IBS) atau sindrom iritasi usus. IBS adalah gangguan fungsional kronis pada usus besar yang ditandai dengan nyeri perut berulang, kembung, dan perubahan pola buang air besar.
“Oleh karena itu, kalau memang hobi makan cabai itu ada pada teman‑teman sekalian, maka kita haru melakukannya secara bertahap,” pungkasnya.
Dengan memahami mekanisme tubuh, orang dapat menyesuaikan konsumsi makanan tradisional Lebaran. Mengurangi coklat, keju, dan makanan pedas secara bertahap dapat membantu mencegah GERD dan IBS, menjaga kesehatan pencernaan selama periode perayaan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kasus COVID-19 China Melonjak Tiga Kali Lipat pada Juni 2026
Alasan Australia Tolak Daun Kelor sebagai Pangan Sehari-hari
Gelombang Panas Tewaskan 2.700 Orang di Inggris & Wales
Menu Makan Harry Kane: Salmon, Nasi, dan Salad
Uji Ketajaman Mata: Temukan Objek Tersembunyi
7 Makanan Atasi Wajah Bengkak Tanpa Diet Ekstrem
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
