Lebaran: Hindari Jeroan dan Seafood Tinggi Purin Gout
Gambar atau konten salah?
Setiap Lebaran, meja makan biasanya dipenuhi hidangan lezat seperti opor ayam, rendang, sambal goreng hati, seafood, dan lauk bersantan. Suasana hangat bersama keluarga membuat banyak orang lupa mengontrol porsi. Namun, beberapa hidangan khas Lebaran mengandung purin tinggi, yang dapat meningkatkan kadar asam urat.
Purina adalah senyawa alami yang, ketika dipecah tubuh, menghasilkan asam urat. Jika asam urat berlebih, bisa memicu hiperurisemia dan serangan gout. Berikut beberapa jenis makanan yang perlu diwaspadai:
- Jeroan – Sambal goreng hati sapi atau paru goreng sangat disukai, namun hati, ginjal, dan limpa memiliki kandungan purin tertinggi. Biological and Pharmaceutical Bulletin 2014 menunjukkan jeroan dapat meningkatkan risiko hiperurisemia.
- Daging Merah – Rendang, semur daging, dan sate sering menjadi andalan. Daging sapi dan kambing mengandung purin sedang hingga tinggi. Konsumsi berlebihan, terutama berturut-turut selama Lebaran, dapat menumpuk purin. Asia Pacific Journal Clinical Nutrition 2018 menegaskan hubungan antara daging merah tinggi purin dan peningkatan asam urat.
- Seafood – Udang balado, cumi saus tiram, kerang, dan ikan goreng sering muncul. Kerang, udang, sarden, dan ikan teri mengandung purin cukup tinggi. Konsumsi seafood berlebih dapat memperbesar risiko gout.
- Kuah atau Kaldu – Gulai, semur, dan opor dimasak lama sehingga sari daging dan tulang larut ke dalam kuah. Purina ikut larut, sehingga kuah gurih sekaligus mengandung purin tinggi. Menyantap daging bersamaan dengan kuah dalam jumlah banyak menambah asupan purin.
- Makanan dan Minuman Manis – Kue raya, sirup, es buah, dan minuman kemasan manis sering dikonsumsi setelah ketupat atau opor. Gula yang mengandung fruktosa, seperti pada soda dan sirup, dapat memicu pembentukan asam urat di hati. International Journal of Cardiology 2016 menunjukkan fruktosa dapat meningkatkan produksi asam urat dan mengganggu ekskresinya, menimbulkan kerusakan ginjal.
Walaupun makanan tinggi purin dapat memicu asam urat, tubuh manusia memiliki mekanisme pengeluaran lewat urine. Sebagian besar asam urat (sekitar dua pertiga) berasal dari metabolisme sel tubuh sendiri, sedangkan sisanya berasal dari makanan. Jadi, makan rendang, sambal goreng hati, seafood, atau gulai tidak masalah bila tidak berlebihan. Masalah muncul bila pola makan tinggi purin berlangsung terus-menerus atau pada orang dengan metabolisme asam urat terganggu, yang dapat menimbulkan nyeri sendi, bengkak, atau gejala gout.
Intinya, Lebaran tetap bisa dinikmati dengan bijak: pilih porsi kecil, variasikan menu, dan hindari konsumsi berlebihan makanan tinggi purin serta minuman manis. Dengan cara ini, risiko peningkatan asam urat dapat diminimalkan tanpa mengorbankan kebahagiaan bersantap bersama keluarga.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bloom Putih Anggur: Lapisan Lilin Alami, Bukan Jamur
Minum 3‑4 Cangkir Kopi Bisa Perlambat Penuaan 5 Tahun
Air Kelapa 15 Hari: Hidrasi, Pencernaan, Berat Badan
Almond vs. Kacang Tanah: Pilihan Nutrisi Jantung Kesehatan
Goo Hye Sun Turun 13 kg: Diet Rendah Sodium Jadi Kunci
Precommitment: Cara Mudah Hindari Makanan Tidak Sehat Saat Stres
Berita Terbaru
Komisi XIII DPR Susun Kesepakatan Penyelesaian Agraria Padang
1 Muharram Jadi Hari Libur Nasional 2026 Tanpa Cuti Bersama
Slamet Santoso, Pemuda Banyuwangi, Menjadi Pemain Pro di Polandia
Garuda Muda Kemenangan 3‑0 di Piala AFF U‑19, Kedua Grup A
Malam 1 Muharram: Doa, Zikir, dan Refleksi Tahun Baru Islam
Porong Lama: Keramaian Mati Akibat Lumpur Lapindo Sidoarjo
Indonesia Gelar Kejuaraan OWS Asia 2026 di Jimbaran, Bali
