Lebaran Ketupat Desa Suci: Tradisi Uduk-udikan Uang

Dian P. · 1 min baca · 3 bulan lalu · 61 dibaca
Bisik.id
Lebaran Ketupat Desa Suci: Tradisi Uduk-udikan Uang

Gambar atau konten salah?

Lebaran Ketupat di Desa Suci, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik berlangsung meriah pada Sabtu, 28 Maret 2026. Warga menggelar tradisi khas uduk-udikan setelah perayaan Lebaran.

Tradisi uduk-udikan berarti menaburkan uang koin dan uang kertas pecahan Rp 500 hingga Rp 5.000 di jalanan atau halaman rumah. Setiap rumah menyiapkan ratusan ribu rupiah untuk dibagikan. Uang yang ditebar bervariasi, mulai dari koin Rp 500 hingga uang kertas Rp 5.000. Semua warga, dari anak-anak hingga orang dewasa, antusias berkeliling kampung untuk mengumpulkan uang tersebut.

Kegiatan ini digelar setelah rangkaian selametan atau tasyakuran bersama, yang menjadi agenda utama Lebaran Ketupat di desa setempat. Selama beberapa jam, warga berkumpul, menebar uang, dan menyanyikan lagu Suraiyo sambil berlarian mengikuti arah sebaran uang. Tradisi ini menjadi hiburan rakyat yang selalu dinanti, terutama oleh anak-anak.

Salah satu warga, Aruf, mengatakan: “Setiap rumah menyiapkan ratusan ribu rupiah untuk dibagikan. Ada uang kertas dan koin. Harapannya rezeki semakin lancar dan penuh berkah,” ujarnya. Ia juga menambahkan, “Alhamdulillah hari ini bisa dapat Rp 160 ribu. Lumayan sekali,” tambahnya.

Aruf berhasil mengumpulkan uang hingga Rp 160 ribu selama udik-udikan. Ia mengaku, “Alhamdulillah hari ini bisa dapat Rp 160 ribu. Lumayan sekali.”

Tradisi uduk-udikan tidak hanya sekadar berbagi rezeki, tetapi juga menjadi ajang mempererat silaturahmi dan menjaga kekompakan warga Desa Suci.

Tradisi ini menegaskan rasa syukur atas rezeki yang diterima sepanjang tahun, sekaligus memperkuat hubungan antarwarga di tengah perayaan Lebaran.

Lebaran KetupatDesa SuciUduk-UdikanUang KoinTasyakuranSuraiyoSilaturahmi

Komentar

Memuat komentar...