Limbah Medis Berbocor di Parit Malang: Pencarian Dimulai

Ayu W. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 79 dibaca
Bisik.id
Limbah Medis Berbocor di Parit Malang: Pencarian Dimulai

Gambar atau konten salah?

Di tepi jalan menuju Perumahan Emerald Garden, Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, ditemukan sekelompok limbah medis berserakan di dalam parit. Barang-barang tersebut berupa jarum suntik yang masih terbungkus dalam kemasan. Tidak diketahui apakah jarum tersebut pernah digunakan atau tidak, namun sudah melewati masa pakai atau kedaluwarsa.

Setelah temuan ini dilaporkan, beberapa instansi mulai menelusuri asal-usul limbah medis tersebut. Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Kesehatan Kota Malang, dan kepolisian Kota Malang semua terlibat dalam penyelidikan. Kasatreskrim Polresta Malang Kota, AKP Rahmad Aji Prabowo, mengungkapkan bahwa pihaknya sedang melakukan pencarian lebih lanjut.

“Kami masih melakukan lidik,” tegas Rahmad Aji saat dikonfirmasi 14 Mei 2026. Ia menjelaskan bahwa polisi telah mengunjungi lokasi untuk mengumpulkan bukti dan menelusuri pihak-pihak yang mungkin dapat dimintai keterangan. “Anggota masih cek lokasi dan mencari informasi dengan meminta keterangan saksi,” tambahnya.

Di sisi lain, DLH bersama perangkat wilayah dan puskesmas setempat segera mengevakuasi limbah medis yang ditemukan. DLH menyatakan bahwa limbah tersebut masih dalam kemasan dan belum pernah digunakan, namun sudah melewati masa kedaluwarsa.

Dr. Husnul Muarif, Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, menyampaikan bahwa limbah medis yang dikategorikan sebagai bahan berbahaya dan beracun (B3) telah dievakuasi ke tempat penyimpanan yang aman. “Sebagai tindak lanjut, limbah B3 dikumpulkan dan ditaruh pada kantong plastik serta disimpan di TPS B3 Puskesmas Arjowinangun,” ungkap Husnul saat dikonfirmasi terpisah.

Ketika ditanya mengenai hasil penelusuran sementara, Husnul mengaku belum menemukan titik terang. “Belum ada,” jawabnya.

Warga Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, awalnya merasa gementar setelah melihat limbah medis berserakan di saluran irigasi. Pada 13 Mei 2026, saat dipantau, terlihat beberapa alat suntik masih terbungkus kantong plastik, namun beberapa di antaranya sudah terlihat menyembul keluar di saluran irigasi. Limbah berbahaya ini diduga terbawa arus air dari wilayah hulu dan akhirnya tersangkut di parit yang berbatasan langsung dengan area perumahan warga.

Temuan pertama kali diketahui oleh warga yang melintas di jalan tersebut. Salah satu warga, Dwi Frananto, mengungkapkan kekhawatirannya ketika menemukan benda-benda plastik di saluran air. “Tadi kebetulan lewat jalan ini, terus lihat ada suntikan. Tapi enggak tahu ini bekas dipakai atau belum,” ujar Dwi kepada wartawan di lokasi pada 13 Mei 2026.

Penanganan limbah medis ini menunjukkan pentingnya koordinasi antara lembaga lingkungan, kesehatan, dan kepolisian dalam mengatasi masalah limbah berbahaya. Pengawasan lebih ketat terhadap pembuangan limbah medis di wilayah perkotaan dapat mencegah potensi risiko kesehatan bagi masyarakat. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan limbah medis yang berbahaya dapat segera diidentifikasi, dievakuasi, dan dibuang sesuai prosedur yang berlaku, menjaga kebersihan dan keselamatan lingkungan sekitar.

limbah medisB3DLHPolresta Malangevakuasisaluran irigasikebersihan lingkungan

Komentar

Memuat komentar...