Lingkaran Stalagmit Gua Prancis Menunjukkan Ritual Neanderthal
Gambar atau konten salah?
Penemuan struktur aneh di sebuah gua di Prancis menambah pemahaman tentang kehidupan Neanderthal. Dua lingkaran stalagmit yang rapi menandai area yang mungkin dipakai untuk ritual.
Para Neanderthal adalah kerabat manusia modern yang hidup antara 400.000 hingga 40.000 tahun lalu, pada zaman Paleolitikum. Temuan ini menimbulkan pertanyaan: apakah ritual yang dilakukan pada masa itu sudah bersifat keagamaan atau sekadar kebiasaan?
Lingkaran stalagmit ini belum diketahui fungsinya secara pasti. Namun, bukti api yang rutin dinyalakan di dalam lingkaran—yang disebut speleothem—menunjukkan aktivitas berulang di tempat tersebut.
Para antropolog menilai bahwa peninggalan ini berasal dari 176.000 tahun lalu. Mereka berpendapat lingkaran ini adalah tempat khusus untuk menjalankan ritual. Jika benar, hal itu menandakan Neanderthal sudah memiliki kepercayaan simbolis.
Namun, bukti ilmiah yang kuat masih belum ada. Penelitian ini masih bersifat spekulatif, dan belum dapat dipastikan bahwa aktivitas tersebut merupakan ritual keagamaan.
Di luar lingkaran, peneliti menemukan bukti praktik pemakaman. Neanderthal diketahui sudah mengubur anggota yang meninggal pada sekitar 120.000 tahun di wilayah Levant.
Temuan ini bersamaan dengan penemuan bahwa H.sapiens juga melakukan penguburan pertama. Beberapa arkeolog berpendapat bahwa ritual ini merupakan cara kedua spesies mempertahankan wilayahnya. Meskipun demikian, perilaku mengubur dianggap sebagai bukti kepercayaan spiritual.
Pendapat lain menyatakan bahwa pemakaman pertama dilakukan oleh spesies hasil perkawinan silang antara H.sapiens dan Neanderthal. Menurut teori ini, tradisi pemakaman berasal dari pertukaran gen dan budaya yang menggabungkan ide kedua spesies.
Di tempat lain, pemakaman Neanderthal terkenal di Gua Shanidar, Irak, yang memiliki tujuh makam dari sekitar 60.000 hingga 80.000 tahun lalu. Para arkeolog menemukan satu makam tertutup serbuk sari. Bukti ini memunculkan teori “pemakaman bunga”, yaitu meletakkan bunga di atas makam sesama sebagai persembahan terakhir. Namun, teori ini dibantah karena serbuk sari tersebut dihasilkan secara alami oleh lebah.
Walaupun banyak teori, peneliti masih belum bisa memastikan apakah Neanderthal menganut kultus beruang atau kepercayaan lain. Penemuan ini membuka pintu bagi pemahaman lebih lanjut tentang kehidupan spiritual prasejarah.
Video “Video POV: Lihat Langsung Koleksi Artefak Bersejarah di BRIN” (20 detik) menampilkan koleksi artefak yang terkait dengan temuan ini.
Temuan ini menegaskan bahwa Neanderthal memiliki kompleksitas budaya yang lebih tinggi dari yang diperkirakan sebelumnya, namun masih banyak yang belum terungkap tentang praktik keagamaan mereka.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gelombang Panas Belanda Tewaskan 900 Orang, Prancis Terbakar
Kuasa Hukum Sarwendah Bantah Tuduhan Eksploitasi Anak
Pelabuhan Roro Gunungsitoli Disiapkan Jadi Pusat Logistik Nias
Kerajaan Dukung Penuh Timnas Usai Kalah di Semifinal
Gempa M3,4 Guncang Pidie Jaya, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Sergai Bangun Mal Pelayanan Publik Rp6,2 Miliar Tahun Ini
