LPS Tambah Kantor Perwakilan Jakarta untuk BPR Bermasalah

Bambang W. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 88 dibaca
Bisik.id
LPS Tambah Kantor Perwakilan Jakarta untuk BPR Bermasalah

Gambar atau konten salah?

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) berencana memperluas jangkauan layanan dengan menambah Kantor Perwakilan (KPW) di beberapa wilayah di Indonesia. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap banyaknya BPR yang bermasalah di daerah tertentu.

Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu, menjelaskan bahwa LPS ingin menyediakan KPW di Jakarta agar dapat mengkoordinasikan fungsi operasional di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah dan D.I.Yogyakarta. Saat ini, operasional wilayah tersebut masih dipegang oleh pusat.

“KPW sekarang ada di Medan, Makassar dan Surabaya. Kami mengusulkan Jakarta sebetulnya karena koordinasi dari fungsi operasional di lapangan itu khususnya untuk Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah dan D.I.Yogyakarta belum ada sekarang, sekarang dihandle semua oleh pusat,” kata Anggito dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Selasa (19 Mei 2026).

Anggito menambahkan bahwa pertimbangan adanya KPW sangat tergantung pada jumlah BPR yang mengalami kasus di daerah tersebut. Saat ini, BPR bermasalah paling banyak terjadi di Jawa Barat, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

“Kalau kita lihat yang paling banyak kasusnya sekarang itu di Jawa Barat dan Sumatera Utara, Barat itu cukup banyak sehingga kita efektifkan. Makanya kami bermaksud berkonsultasi melakukan pembukaan kantor untuk KPW di Jakarta dengan wilayah sampai ke Jawa Barat, Jawa Tengah dan sampai D.I.Yogyakarta. Nanti model kantornya kurang lebih sama, cuma mandat dan operasionalnya itu KPW,” jelas Anggito.

Selain itu, Anggito juga mengungkapkan rencana untuk membangun kantor sendiri. Saat ini, kantor pusat LPS masih berlokasi di Equity Tower lantai 20-21 kawasan SCBD, Sudirman.

“Kami berkeinginan untuk membangun kantor. Kantor ini kita akan share dengan OJK dan BI maupun dengan KSSK. Jadi kami sudah mendapatkan mandat untuk membangun kantor sendiri. Mudah-mudahan ini bisa terlaksana dalam 1-2 tahun berikutnya,” jelas Anggito.

Sayangnya belum diketahui lokasi yang akan menjadi calon kantor LPS. “Kami dalam proses untuk memfinalisasi lokasi dan lain sebagainya,” imbuhnya.

Dengan menambah KPW di Jakarta dan membangun kantor baru, LPS berharap dapat memperkuat koordinasi operasional di wilayah yang paling terdampak masalah BPR, sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan.

LPSKPWBPRKoordinasi OperasionalWilayah TerdampakKantor PusatOJKKepercayaan Masyarakat

Komentar

Memuat komentar...