Lufthansa Potong 20.000 Penerbangan Jarak Pendek Biaya Naik

Putri N. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 87 dibaca
Bisik.id
Lufthansa Potong 20.000 Penerbangan Jarak Pendek Biaya Naik

Gambar atau konten salah?

Lufthansa mengurangi penerbangan jarak pendeknya, menyesuaikan jaringan selama musim panas. Langkah ini diambil karena harga avtur melonjak tajam.

Perang antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran memicu kenaikan harga bahan bakar jet lebih dari dua kali lipat. Konflik tersebut menghambat produksi dan pengiriman avtur di Timur Tengah, memaksa maskapai mencari cara menghemat biaya.

Maskapai lain, seperti KLM dan Delta, sudah melakukan tindakan serupa. Mereka tidak hanya memangkas rute, tetapi juga menaikkan harga tiket akibat biaya bahan bakar yang naik.

Menurut laporan BBC pada 23 April 2026, Lufthansa berencana memangkas sekitar 20.000 penerbangan jarak pendek. Alasan utamanya adalah efisiensi operasional di tengah tekanan biaya bahan bakar.

BBC menyoroti peran kilang minyak di Timur Tengah dalam rantai pasokan global. Al-Zour di Kuwait menyumbang sekitar 10% impor bahan bakar jet ke Eropa, menurut Energy Intelligence.

Di sisi lain, Badan Energi Internasional (IEA) memperingatkan Eropa tentang potensi kekurangan bahan bakar jet dalam beberapa pekan ke depan. Namun, pemerintah Inggris dan sejumlah maskapai belum mencatat gangguan pasokan yang signifikan.

Manajemen Lufthansa menegaskan bahwa meski jaringan penerbangan di Eropa berkurang, penumpang masih dapat mengakses rute global, khususnya untuk koneksi jarak jauh. Mereka menekankan bahwa penyesuaian ini bertujuan menjaga efisiensi di tengah tekanan biaya.

“Namun karena kenaikan harga bahan bakar jet, hal itu dicapai dengan cara yang jauh lebih efisien daripada sebelumnya,” ujar manajemen.

Perubahan ini diperkirakan dapat menghemat sekitar 40.000 metrik ton bahan bakar jet. Pengumuman ini muncul setelah Lufthansa mempercepat penutupan layanan CityLine di Eropa pekan sebelumnya.

Selain itu, maskapai menghentikan operasional 27 pesawat dari program tersebut. Faktor penyebabnya termasuk kenaikan harga minyak dan beban tambahan dari perselisihan tenaga kerja.

Sejumlah 120 penerbangan pertama dari pengurangan ini sudah diterapkan pada hari Selasa. Rute yang terdampak antara lain Frankfurt ke Polandia dan Norwegia.

Dengan langkah ini, Lufthansa berharap dapat menekan biaya operasional sekaligus tetap menyediakan jaringan global bagi penumpangnya, meski beberapa rute jarak pendek berkurang.

Lufthansaavturperang Timur Tengahkilang minyak Al‑ZourIEAefisiensi operasionalkoneksi jarak jauh

Komentar

Memuat komentar...