Lulusan Hospitality Binus Siap Hadapi Tantangan Global
Gambar atau konten salah?
Industri hospitality di Jakarta menghadapi tantangan global, namun hal itu tidak menghalangi lulusan jurusan hospitality untuk berkarya dan diserap oleh industri.
Perkembangan AI, digitalisasi, serta meningkatnya tuntutan terhadap praktik sustainability telah mengubah wajah industri menjadi lebih dinamis, kompetitif, dan penuh tantangan. Di balik perubahan tersebut, industri masih terus tumbuh. Hospitality kini tidak lagi dipandang hanya sebagai perhotelan konvensional. Ia berkembang menjadi ekosistem yang mencakup pariwisata, event, food and beverage, luxury service, travel business, hingga entrepreneurship.
Dr. Yanti, akademisi dari Binus University, menegaskan bahwa fokus utama pendidikan hospitality saat ini adalah memastikan lulusan memiliki kesiapan menyeluruh terhadap kebutuhan industri. “Industri hospitality saat ini tidak hanya berubah, tetapi juga berevolusi dengan standar baru, termasuk sustainability. Kami menyiapkan mahasiswa agar tidak hanya siap masuk ke dunia kerja, tetapi juga siap memahami arah industri dan berkontribusi secara relevan di dalamnya,” ujarnya sebagai Dekan Fakultas Komunikasi Digital, Hotel & Tourism Binus, pada Rabu 06 Mei 2026.
Menurut Dr. Yanti, kombinasi antara service excellence, business mindset, digital capability, dan sustainability awareness menjadi pondasi utama dalam proses pembelajaran bagi mahasiswa yang memilih jurusan hospitality. “Kami ingin lulusan hospitality Binus tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki perspektif strategis dan tanggung jawab terhadap masa depan industri yang lebih berkelanjutan,” tambahnya.
COO ARTOTEL Group, Eduard Rudolf Pangkerego, menambahkan bahwa industri hospitality saat ini semakin selektif dalam mencari talenta. “Hospitality hari ini membutuhkan profesional yang tidak hanya memahami service, tetapi juga bisnis, teknologi, dan sustainability. Talenta yang memiliki perspektif ini akan jauh lebih siap menghadapi dinamika industri,” ucapnya.
Paparan terhadap standar global diharapkan menjadi bagian penting dalam membentuk kesiapan mahasiswa. Dengan begitu, mereka tidak hanya memahami operasional, tetapi juga ekspektasi industri kelas dunia, termasuk penerapan prinsip sustainability, digital innovation, dan customer experience yang semakin kompleks.
Dengan kombinasi teknologi, digital, dan keberlanjutan, lulusan hospitality kini dipersiapkan untuk menempati posisi strategis di industri yang terus berubah. Mereka diharapkan mampu menyeimbangkan keahlian teknis dengan pemahaman bisnis dan tanggung jawab sosial, menjadikan mereka aset berharga bagi perusahaan-perusahaan hospitality yang berorientasi global.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Promo Akhir Juli: Tiket Trans Studio Cibubur Mulai Rp398 Ribu
Piala Dunia 2026 Gagal Tarik Lonjakan Wisatawan
'Timuran di Bekasi' Hadirkan Musik Santai dan Games Seru
Nemuru Ciawi Siapkan Paket Liburan Sekolah Anak
Bandara Husein Sastranegara Resmi Jadi Bandara Internasional
13 Terluka dalam Lari Banteng San Fermin
