Mabit di Mina: Waktu, Hukum, dan Amalan Penting Haji 2026

Agus P. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 140 dibaca
Bisik.id
Mabit di Mina: Waktu, Hukum, dan Amalan Penting Haji 2026

Gambar atau konten salah?

Mabit di Mina merupakan bagian penting dari ibadah haji yang dilaksanakan setelah jemaah menunaikan wukuf di Arafah. Mabit tidak hanya terjadi di Mina, melainkan juga diawali di Muzdalifah sebagai bagian dari rangkaian manasik haji.

Secara harfiah, mabit berarti bermalam atau menginap. Dalam konteks haji, mabit memberi jemaah kesempatan beristirahat sekaligus memperbanyak ibadah. Di tempat ini, jemaah dianjurkan memanjatkan doa dan menyampaikan harapan kepada Allah SWT.

Mina terletak di kawasan padang pasir sekitar 5 kilometer dari Kota Makkah, Arab Saudi, dan termasuk wilayah tanah haram. Nama Mina juga dikenal dengan istilah Muna yang berarti harapan. Di sana, jemaah diingatkan untuk memperbanyak munajat, sebagaimana yang dicontohkan para nabi terdahulu.

Durasi mabit di Mina dibagi menjadi dua tahap, sesuai dengan buku Tuntunan Manasik Haji dan Umroh:

  1. Mabit Sebelum Wukuf (Hari Tarwiyah) – Dilakukan pada 8 Dzulhijjah. Hukumnya sunah, karena Rasulullah SAW dan para sahabat melaksanakannya. Jika tidak dilakukan, tidak mempengaruhi sah atau tidaknya ibadah haji dan tidak dikenakan dam. Namun, jemaah akan kehilangan keutamaan amalan tersebut.
  2. Mabit Setelah Wukuf (Hari Tasyrik) – Dilaksanakan kembali setelah wukuf di Arafah, yaitu pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Pada tahap ini, mabit di Mina hukumnya wajib, dengan ketentuan dilakukan pada sebagian besar malam atau lebih dari setengah malam.

Hukum mabit di Mina berbeda tergantung waktu pelaksanaannya:

  • Hari Tarwiyah 8 Dzulhijjah: Sunah
  • Hari Tasyrik 11–13 Dzulhijjah: Wajib menurut Imam Malik, Imam Syafi'i, Imam Ahmad, dan Ibnu Hanbal

Jika jemaah meninggalkan mabit pada hari tasyrik, konsekuensinya berupa dam yang wajib ditunaikan:

  1. Tak mabit 1 malam: wajib membayar 1 mud
  2. Tak mabit 2 malam: wajib membayar 2 mud
  3. Tak mabit 3 malam: wajib menyembelih seekor kambing

Namun, bagi jemaah yang memiliki uzur—seperti sakit, tidak mendapatkan tempat, atau sedang bertugas sebagai tenaga medis—diperbolehkan tidak melaksanakan mabit.

Berikut jadwal mabit di Mina berdasarkan Kalender Hijriah 2026 yang dikeluarkan Kementerian Agama, di mana 1 Dzulhijjah jatuh pada 18 Mei 2026:

  • Hari Tarwiyah 8 Dzulhijjah: 25 Mei 2026
  • Hari Tasyrik 11 Dzulhijjah: 28 Mei 2026
  • Hari Tasyrik 12 Dzulhijjah: 29 Mei 2026
  • Hari Tasyrik 13 Dzulhijjah: 30 Mei 2026

Penetapan resmi 1 Dzulhijjah 1447 Hijriah masih menunggu sidang isbat yang digelar Kemenag. Selain itu, pelaksanaan ibadah haji juga mengikuti keputusan pemerintah Arab Saudi.

Amalan yang dianjurkan saat mabit di Mina meliputi:

  • Melaksanakan salat wajib lima waktu dengan cara qashar.
  • Tidak melaksanakan salat rawatib, kecuali qabliyah Subuh.
  • Melaksanakan salat sunah lainnya seperti salat malam dan Duha.
  • Memperbanyak zikir.
  • Membaca Al-Qur'an.
  • Mengisi waktu dengan berbagai amalan yang mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Makna spiritual mabit di Mina tidak sekadar bermalam. Ia menjadi momen refleksi bagi jemaah, memperkuat keimanan, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Di tempat ini, jemaah diajak untuk memperbanyak doa, memperkuat keyakinan, dan meneguhkan niat dalam ibadah.

Dengan memahami pengertian, hukum, dan amalan mabit di Mina, jemaah dapat menjalankan ibadah haji dengan lebih khusyuk dan sesuai tuntunan. Pengetahuan ini membantu jemaah menyiapkan diri secara mental dan spiritual, sehingga pelaksanaan mabit dapat berlangsung maksimal dan penuh makna.

Mabit di MinaHari TarwiyahHari TasyrikHukum WajibMudKambingTuntunan Manasik Haji

Komentar

Memuat komentar...