Mabit di Muzdalifah: Jemaah Mengumpulkan Kerikil Setelah Wukuf

Wulan M. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 108 dibaca
Bisik.id
Mabit di Muzdalifah: Jemaah Mengumpulkan Kerikil Setelah Wukuf

Gambar atau konten salah?

Mabit di Muzdalifah merupakan bagian penting dari rangkaian ibadah haji yang dilaksanakan setiap tahunnya. Setelah menunaikan wukuf di Arafah, jemaah haji melanjutkan perjalanan menuju Muzdalifah untuk bermalam dan melakukan amalan‑amalan sunah.

Istilah mabit sendiri berarti bermalam atau menginap. Di Muzdalifah, mabit bukan sekadar tempat beristirahat; ia juga menjadi waktu bagi jemaah untuk mengumpulkan kerikil yang nantinya akan dilemparkan pada jumrah di Mina, serta melakukan doa dan zikir.

Muzdalifah terletak di antara Makkah dan Mina, dengan luas sekitar 12,25 kilometer persegi. Kawasan ini bersifat terbuka, sehingga jemaah dapat bermalam di sana setelah menutup wukuf di Arafah. Di dekatnya terdapat Wadi Muhassir, lembah yang tidak termasuk dalam area Muzdalifah. Sejarah mencatat bahwa Wadi Muhassir pernah menjadi tempat dihancurkannya pasukan bergajah yang dipimpin Abrahah ketika hendak menyerang Ka'bah.

Nama Muzdalifah berasal dari kata al‑izdilaf, yang berarti berkumpul atau bertemu. Oleh karena itu, mabit di Muzdalifah sering diartikan sebagai tempat berkumpulnya jemaah haji setelah menutup wukuf.

Pelaksanaan mabit di Muzdalifah dimulai setelah jemaah menyelesaikan wukuf di Arafah. Mabit dapat dilakukan dengan hanya hadir di Muzdalifah, meskipun hanya sebentar, selama pada pertengahan malam setelah wukuf. Tidak perlu niat khusus, karena mabit sudah termasuk dalam niat ihram haji.

Firman Allah SWT dalam surah Al‑Baqarah ayat 199 menjadi dasar bagi pelaksanaan mabit: ثُمَّ أَفِيضُوا۟ مِنْ حَيْثُ أَفَاضَ ٱلنَّاسُ وَٱسْتَغْفِرُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ. Arab Latin: Summa afīḍụ min ḥaiṡu afāḍan‑nāsu wastagfirullāh, innallāha gafụrur raḥīm. Artinya: “Kemudian bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang‑orang banyak (Arafah), dan mohonlah ampun kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Hukum mabit di Muzdalifah adalah wajib. Jika jemaah tidak dapat melakukannya, ia harus membayar denda berupa seekor kambing. Bila tidak mampu membayar kambing, ia dapat membayar fidyah atau berpuasa selama 10 hari—tiga hari di masa haji dan sisanya di tanah air.

Doa mabit di Muzdalifah sering dipanjatkan saat bermalam di sana. Berikut bacaan doa yang biasanya diucapkan:

اللَّهُمَّ إِنَّ هَذِهِ مُزْدَلِةُ جُمِعَتْ فِيهَا أَلْسِنَةُ مُخْتَلِفًّة تَسْألَُكَ حَوَائِجَ مُتَنَوِّعَةً فَاجْعَلْنِي مِمَّنْ دَعَاكَ فَاسْتَجَبْتَ لَهُ وَتَوَكَّلْ عَلَيْكَ فَكَفَّيْتَهُ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

Arab Latin: Allahumma inna haazdihi muzdalifatu jumi'ay fiihaa alsinatuan mukhtalifatun tas'aluka hawaaija mutanawwi'atan faj'alnii mimman da'aaka fastajabta lahu wa tawakkal'alaika fakafaitahu yaa arhamarraahimiin.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya di Muzdalifah ini telah berkumpul orang dengan bermacam‑macam bahasa yang memohon kepada-Mu keperluan yang juga beraneka ragam, maka masukkanlah aku ke dalam golongan yang memohon kepada-Mu, lalu Engkau penuhi permintaan itu, yang berserah diri kepada-Mu, lalu Engkau lindungi, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih dari segala Pengasih.”

Selama bermalam di Muzdalifah, jemaah dapat melaksanakan berbagai amalan sunah, antara lain:

  • Membaca talbiyah dan berdoa sepanjang perjalanan Arafah menuju Muzdalifah.
  • Melaksanakan salat Maghrib dan Isya secara jamak takhir dan qasar saat mabit.
  • Memperbanyak zikir dan doa dengan menghadap kiblat setelah salat Subuh.
  • Mengumpulkan kerikil di Muzdalifah untuk prosesi lempar jumrah di Mina.
  • Membaca talbiyah saat melanjutkan perjalanan menuju Mina setelah mabit di Muzdalifah.

Dengan mengikuti rangkaian ibadah ini, jemaah haji dapat menuntaskan kewajiban haji secara lengkap. Mabit di Muzdalifah tidak hanya sekadar tempat bermalam; ia juga menjadi momen penting untuk memperkuat hubungan spiritual, memohon ampun, dan mempersiapkan diri untuk prosesi berikutnya di Mina. Proses ini menegaskan bahwa setiap langkah dalam ibadah haji memiliki makna dan tujuan yang terstruktur, sehingga jemaah dapat menunaikan ibadahnya dengan penuh kesadaran dan ketulusan.

Mabit di MuzdalifahHajiWukuf di ArafahKerikil JumrahDoa dan ZikirSalat Maghrib & IsyaDenda KambingFidyah

Komentar

Memuat komentar...