Macet Hebat Jembatan Suramadu Sebelum Idul Adha 2026
Gambar atau konten salah?
Sehari sebelum Idul Adha 2026, arus kendaraan menuju Pulau Madura melalui Jembatan Suramadu meningkat drastis. Pada 26 Mei 2026, sekitar pukul 16.00 WIB, kepadatan lalu lintas terlihat di akses roda dua maupun roda empat di sisi Surabaya menuju Madura. Kendaraan menumpuk sejak Jalan Kedung Cowek dan berderet di jalur pembatas sebelum memasuki badan jembatan.
Para pengendara motor, yang sebagian besar sedang mudik, membawa barang bawaan seperti tas, ransel, dan kardus. Beberapa di antaranya berdiri di Jalan Kedung Cowek menunggu bus dan elf. Karena kepadatan, petugas kepolisian mengarahkan roda dua untuk melintas di sebagian ruas roda empat guna mengurai kemacetan.
Di tengah keramaian, Susi (37), warga Bangkalan, mengaku selalu menyempatkan diri pulang saat Idul Adha. “Biasanya sering pulang ke Bangkalan, tapi karena pas Idul Adha jadi macet. Ini saya nunggu saudara dari Sidoarjo,” ujarnya. Susi tinggal di kawasan Kedinding, Surabaya, dan pada Idul Adha tahun ini ia pulang ke Bangkalan bersama suami dan anak. “Sama suami, anak dua. Saya ibu rumah tangga, suami yang kerja di Surabaya, jadi tinggal di Kedinding,” tambahnya.
Yudi (26), yang tujuan mudiknya Sampang, menyatakan bahwa pulang kampung saat Idul Adha menjadi momen penting untuk berkumpul bersama keluarga besar. “Kalau Idul Adha sebisa mungkin pulang. Bisa ketemu orang tua sama keluarga di rumah,” katanya.
Sejumlah pemudik bahkan terlihat turut mendokumentasikan kemacetan lewat ponsel mereka. Foto-foto dan video yang diunggah menunjukkan antrean kendaraan, motor, bus, dan elf yang berusaha melewati jembatan. Kondisi ini mencerminkan tradisi toron yang masih berlangsung di kalangan warga Madura menjelang Idul Adha.
Tren ini menandai pola mobilitas masyarakat Madura yang rutin melakukan mudik sebelum hari raya. Meskipun lalu lintas menjadi padat, petugas keamanan berusaha mengatur arus kendaraan agar perjalanan tetap lancar. Situasi ini menegaskan betapa pentingnya perencanaan transportasi di masa-masa pre-hari raya, sekaligus menunjukkan komitmen warga dalam menjaga tradisi dan keakraban keluarga.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
