Mahasiswa Tolak Berjabat Tangan Gubernur Sulawesi Tengah

Bayu K. · 2 min baca · 57 menit lalu · 22 dibaca
Bisik.id
Mahasiswa Tolak Berjabat Tangan Gubernur Sulawesi Tengah

Gambar atau konten salah?

Di Kabupaten Tolitoli, aksi demonstrasi mahasiswa menolak berjabat tangan dengan Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid menjadi sorotan di media sosial. Video yang menampilkan peristiwa tersebut menyebar luas, memicu perdebatan di kalangan publik.

Dalam pernyataannya pada 06 Juni 2026, Anwar menegaskan bahwa masalah tersebut sudah selesai setelah ia bertemu dengan pimpinan aksi. Ia mengatakan, “Sebelum meninggalkan Tolitoli, beberapa pimpinan demo sudah menemui saya. Mereka meminta maaf, dan saya pun juga menyampaikan permintaan maaf. Selesai. Apalagi yang mau dimasalahkan?

Polemik bermula pada 04 Juni 2026 ketika Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tolitoli menggelar demonstrasi. Para mahasiswa menuntut penegakan larangan terhadap Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI), yang mereka klaim merusak lingkungan. Aksi ini menambah ketegangan di wilayah tersebut.

Menanggapi tuduhan bahwa ia memaksa mahasiswa berjabat tangan, Anwar menolak. Ia menjelaskan, “Mendatangi pendemo dan mengulurkan tangan dua kali untuk berjabat tangan, tapi yang pakai baju HMI tidak mau menerima jabat tangan saya. Jadi saya bilang, kalau begitu saya pulang, tidak usah juga dengar tuntutanmu.

Video yang beredar memperlihatkan Anwar mendekati massa aksi dan mengulurkan tangan. Namun, uluran tangan tersebut tidak disambut oleh mahasiswa yang bersangkutan. Setelah upaya tersebut tidak mendapat respons, Anwar mengungkapkan perasaannya melalui rekaman: “Tidak ada saya paksakan. Saya mengulurkan tangan tulus ikhlas, bisa dilihat di rekaman. Karena tidak diterima, saya bilang kalau begitu saya juga tidak mau mendengar tuntutanmu, karena menurut saya tidak ada attitude alias etika sama sekali.

Walaupun terjadi ketegangan, Anwar menyatakan bahwa perselisihan telah diakhiri dengan baik. Ia mengaku telah saling memaafkan dengan pimpinan aksi sebelum berangkat ke Palu. Video juga menampilkan Bupati Tolitoli, Amran Hi Yahya yang terlibat dalam perdebatan dengan pendemo, namun situasi akhirnya kembali kondusif.

Peristiwa ini menyoroti dinamika hubungan antara pejabat pemerintah dan mahasiswa di wilayah Sulawesi Tengah. Meski kontroversi muncul, kedua belah pihak berusaha menyelesaikan perbedaan secara damai, menunjukkan adanya upaya komunikasi yang terbuka meski situasi awalnya tegang.

Anwar HafidTolitoliHMIPETIdemonstrasi mahasiswahandshake kontroversiSulawesi Tengah

Komentar

Memuat komentar...