Mahfud MD Kembali ke Pamekasan, Rindu Depot Sudi Mampir
Gambar atau konten salah?
Mudik Lebaran menjadi waktu istimewa bagi banyak perantau, termasuk Mahfud MD. Ia kembali ke Pamekasan, kampung halamannya, untuk bersilaturahmi dan mengenang masa kecilnya.
Di sana, Mahfud MD menghabiskan waktu bersama keluarga, berbagi cerita, dan mengunjungi tempat-tempat yang dulu sering ia kunjungi.
Salah satu kunjungan paling berkesan adalah ke depot Sudi Mampir, warung lawas yang terkenal dengan es setrup khas kacang.
Depot ini cukup besar dan menjadi satu-satunya tempat di Pamekasan yang masih menyajikan minuman sirup berbahan kacang hingga kini.
Rasa uniknya berasal dari perpaduan santan kelapa dan sirup merah, memberikan sensasi manis dan gurih yang khas.
Firman, ponakan Mahfud MD, menulis di media sosial: "Itu kemarin sore (22 Maret 2026), beliau sendiri yang ngajak, sengaja datang ke Sudi Mampir, kangen suasana masa kecil katanya,".
Depot Sudi Mampir terletak di pusat kota, tepatnya di sebelah barat Monumen Arek Lancor. Meskipun berada di gang kecil, tempat ini tetap ramai pengunjung dan mempertahankan nuansa jadul yang khas.
Bagi masyarakat Pamekasan, warung ini bukan sekadar tempat minum. Ia menjadi bagian dari memori kolektif masa lalu, sehingga banyak pemudik menjadikannya destinasi wajib ketika pulang kampung.
Sejarahnya bermula pada era 1970-an, menjadikan depot ini salah satu kuliner tertua di kota. Nama Sudi Mampir konon berasal dari kebiasaan pemilik yang dulu gratiskan dagangannya agar orang sudi mampir, hingga akhirnya melekat menjadi identitas usaha.
Selain es setrup, depot ini menawarkan menu lain seperti bubur kacang hijau, susu panas, hingga susu soda gembira.
Hingga kini, eksistensinya tetap terjaga dan terus menjadi daya tarik bagi generasi lama maupun baru yang ingin merasakan cita rasa legendaris khas Pamekasan.
Tempat ini tetap menjadi saksi bisu perjalanan budaya kuliner Pamekasan, memadukan nostalgia dengan cita rasa yang tak lekang oleh waktu.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
